BERITA

World Hindu Wisdom Meet (WHWM) 2016

World Hindu Wisdom Meet (WHWM) 2016 merupakan acara tahunan World Hindu Parisad (WHP). Acara ini, diselenggarakan di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar pada hari Minggu, 9 Oktober 2016 dengan tema Hindu Dharma Contributions to the World Civilizaton and Science (Sumbangan Hindu Dharma terhadap Ilmu Pengetahuan dan Peradaban Dunia). Hadir pada acara tersebut, Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika yang membuka acara, Dirjen Bimas Hindu, Swami Paramatmananda Saraswati dan Siva Kumar Oja (pembahas utama), serta delegasi World Hindu Wisdom Meet dari berbagai negara.


Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof Drs I Ketut Widnya, MA.,M.Phil., Ph.D., dalam sambutannya mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan World Hindu Wisdom Meet yang diselenggarakan oleh World Hindu Parisad. Setidaknya ada tiga apresiasi saya terhadap penyelenggaraan kegiatan ini. Pertama, dengan bertemunya tokoh-tokoh Hindu Dunia dan cendekiawan Hindu dunia, maka akan meningkatkan persaudaraan dan kekeluargaan di antara sesama umat Hindu. Kedua, pertemuan ini menunjukkan dinamika tokoh-tokoh dan cendekiawan Hindu dunia, untuk menjaga, merawat, dan memelihara serta mengembangkan pembangunan mperadaban Hindu dunia. Ketiga, meneguhkan kembali Bali atau Indonesia sebagai pusat peradaban Hindu dunia. Sebab, pembangunan peradaban Hindu Indonesia pasca kemerdekaan Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 mengalami kebangkitan dan perkembangan yang pesat dengan ditandai oleh kehadiran umat Hindu di setiap provinsi di seluruh Indonesia dan juga tempat-tempat suci Hindu atau Pura di seluruh Indonesia. tuturnya.


Umat Hindu Indonesia tidak mengalami hambatan, tantangan, halangan dan gangguan, dalam membangun peradaban Hindu Indonesia. Pemerintah menyediakan suasana yang harmonis dan kondusif agar setiap agama dapat membangun peradaban agamanya masing-masing. Karena peradaban yang dibangun oleh masing-masing agama akan mewarnai juga pembangunan peradaban Indonesia modern sekarang ini. Umat Hindu Indonesia hendaknya memanfaatkan suasana yang kondusif dan harmonis ini untuk membangun peradaban Hindu Indonesia. Karena Undang-Undang Dasar RI menjamin bahwa setiap penduduk Indonesia bebas memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaannya masing-masing.terangnya


Dirjen menambahkan bahwa agama dipraktekkan didalam peradaban. Di dalam peradaban itulah manusia tumbuh dan berkembang. Tujuan agama untuk mencapai pembebasan diwujudkan didalam peradaban. Di dalam peradaban itu kita membangun keluarga, mengembangkan cinta kasih antar sesame dan membangun persaudaraan semesta. Pradaban itulah yang memberi kehormatan dan kebanggaan kepada kita sebagai manusia yang berbudaya dan memiliki hati nurani. Karena itulah kita harus menjaga dan merawat peradaban kita.


Lebih lanjut dijelaskan ada 24 nilai dalam peradaban Hindu seperti disebutkan dalam Bhagavad-gita bab 13. 8-13 yaitu: amanitvam (sifat rendah hati), adambhitvam (bebas dari rasa bangga), ahimsa (tidak melakukan kekerasan), ksantih (toleransi), arjavam (kesederhanaan), acarya upasanam (mendekati seorang guru kerohanian yang dapat dipercaya), saucam (bersih lahir batin), sthairyam (sifat mantap), atma vinirgrahah (mengendalikan diri), indriya arthesu (mengendalikan indriya), vairagyam (pelepasan ikatan), anahankarah (bebas dari keakuan palsu), janma, mrityu, jara, vyadhi dan duhkha (mengerti buruknya kelahiran, kematian, usia tua dan penyakit, dan duhkha cita), asaktih (ketidak terikatan), putra, dara dan grhadesu (bebas dari ikatan terhadap anak, istri, rumah dsbnya), sama citatvam istanista-upapattisu (keseimbangan pikiran di tengah-tengah kejadian yang menyenangkan dan tidak menyenangkan), bhakti avyabhicari (bhakti yang tidak pernah terputus) dan vivikta desa seirunam (bercita-cita tinggal di tempat yang sunyi dan tidak terikat kepada khalayak ramai).


Peradaban dimulai dengan mulainya warna dan asrama dharma, yaitu Catur Varna dan Catur Asrama. Betapa luas dan dalam nilai-nilai peradaban yang ingin dibangun dan dikembangkan oleh manusia Hindu paparnya. Melanjutkan sambutannya, Ditjen Bimas Hindu telah berpartisipasi dalam pembangunan peradaban Hindu Indonesia melalui usaha menyuburkan peradaban Hindu dengan serangkaian kegiatan Utsawa Dharma Gita dan event-event nasional lainnya seperti Jambora Pasraman Indonesia dan Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi Agama Hindu Indonesia.


Pada tanggal 22 Maret 2016 Bapak Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin telah meresmikan Perguruan Tinggi Agama Hindu yang ke-empat, yaitu Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri MPU Kuturan, di Singaraja Bali. Bapak Menteri Lukman Hakim Saifuddin juga telah mengeluarkan peraturan Menteri No. 56 tahun 2014 tentang pendidikan agama dan keagamaan Hindu. Dengan peraturan ini, Dirjen Bimas Hindu ke depan, akan mengelola pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi agama Hindu di seluruh Indonesia. Dengan demikian kita akan mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menjaga, merawat dan memelihara peradaban Hindu Indonesia, tambahnya.


Saya mengapresiasi thema ini dalam satu hal, yaitu agama dan ilmu pengetahuan harus bekerja sama dalam membangun peradaban dunia. Meskipun pencapaian-pencapaian ilmu pengetahuan diagung-agungkan dalam zaman kita, tetapi ada kalanya pencapaian-pencapaian agama jauh lebih mendahului pencapaian ilmu pengetahuan. Misalnya, matahari adalah sumber energi. Ini dikatakan oleh resi upanisad ribuan tahun silam. Tapi ilmuwan baru mengatakannya pada zaman modern sekarang ini tutupnya, sambil mengakhiri sambutannya.

.