BERITA

FOTO BERITA DIALOG TOKOH MASYARAKAT TAHUN 2017

Kegiatan Dialog Tokoh Masyarakat Tahun 2017

Menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1939 yang jatuh pada hari Selasa, 28 Maret 2017, Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Kegiatan Dialog Tokoh Masyarakat pada hari Senin, 20 Maret 2017 bertempat di Aula Hotel Puri Nusa Indah yang beralamat di Jalan Waribang Nomor 99, Kota Denpasar. Peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini berjumlah 80 orang yang merupakan perwakilan dari MMDP, MADP, PecalangSekaa Teruna dan Seksi Urusan Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota Se-Bali (diwakili oleh Kepala Seksi Urusan Agama Hindu beserta Koordinasi Penyuluh Agama Hindu). Sesuai dengan tema yang diusung, yaitu Melalui Dialog Tokoh Masyarakat Kita Jaga dan Pelihara Kerukunan Intern Umat Beragama Demi Terwujudnya Kehidupan yang Aman, Damai dan Kondusif, kegiatan ini jelas bertujuan untuk menjaga, memantapkan dan bahkan meningkatkan kerukunan umat beragama yang diawali dari intern Umat Hindu.

Setelah selesai melaksanakan Puja Tri Sandhya bersama, kegiatan Dialog Tokoh Masyarakat dimulai dengan dipandu oleh Kepala Seksi Sistem Informasi Bidang Urusan Agama Hindu (Drs. I Wayan Santa Adnyana, M.Ag). Prof. DR. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si yang tampil sebagai narasumber pertama, lebih banyak berdialog mengenai hal-hal yang terkait dengan Hari Raya Nyepi. Beberapa diantaranya mengenai pelaksanaan Melasti dan masalah pengalihan arus lalu-lintas oleh Kepolisian yang dibantu oleh pecalang, pelaksanaan Tawur Agung, pelaksanaan pengarakan ogoh-ogoh ke Catus Pata yang harus diatur dan dikoordinasikan oleh pengurus atau perangkat di masing-masing banjar, pelaksanaan Hari Raya Nyepi beserta Catur Brata Penyepian dan pelaksanaan Dharma Santi. Setelah berdialog dengan tokoh masyarakat yang hadir dalam kegiatan ini, tercetus beberapa ide, yang beberapa diantaranya : pembuatan uger-uger pacang ngemargiang ogoh-ogoh; pelaksanaan denda atau sanksi tegas bagi umat beragama yang melanggar aturan-aturan yang telah disepakati terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi; menggemakan kembali perayaan hari-hari besar keagamaan melalui media massa baik itu media cetak ataupun media elektronik; serta pelaksanaan seminar satuan tafsir mengenai Agama Hindu. Sebelum mengakhiri dialog, Beliau berpesan agar Umat Hindu selalu hidup rukun. Apabila ada masalah besar maka mohon untuk dikecilkan dan masalah kecil mohon untuk ditiadakan. Terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi, orang tua di masing-masing rumah tangga diharapkan untuk memberikan pemahaman kepada anak-anaknya agar tidak keluar rumah apalagi berfoto di jalan atau di tempat umum lainnya.

Narasumber kedua yang dihadirkan dalam Kegiatan Dialog Tokoh Masyarakat ini adalah Prof. DR. Drs. I Wayan Suarjaya, M.Si. Beliau mengangkat perihal terkait desa pakraman. Beberapa diantaranya perkembangan desa pakraman dimulai dari desa pakraman zaman Bali Kuno sampai dengan desa pakraman zaman reformasi, tugas pokok dan wewenang MUDP, tantangan yang dihadapi desa pakraman, dampak yang bisa ditimbulkan, permasalahan yang menonjol di bidang ParahyanganPawongan dan Palemahan serta langkah-langkah untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) hadir sebagai narasumber terakhir dalam kegiatan ini. Dalam paparannya, Beliau mengajak seluruh peserta untuk terus mendalami ajaran agama karena agama sangat penting untuk menguatkan sendi-sendi kehidupan umat beragama. Beliau juga menyampaikan tiga isu aktual yang telah dibahas di Kementerian Agama Republik Indonesia, yaitu masalah melemahnya wibawa negara, melemahnya sendi ekonomi bangsa serta intoleransi. Isu-isu ini kemudian didiskusikan bersama seluruh peserta yang hadir sehingga tokoh-tokoh masyarakat dapat mengetahui dan sadar akan isu-isu aktual yang saat ini sedang terjadi di Indonesia.

Peserta Kegiatan Dialog Tokoh Masyarakat kali ini berharap agar kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan dan informasi-informasi baru yang ada di pemerintahan dan masyarakat utamanya umat beragama. Kegiatan Dialog Tokoh Masyarakat ini juga sangat berguna sebagai media komunikasi antar tokoh masyarakat untuk selanjutnya dapat saling berkoordinasi secara intens. (ts)

.