BERITA

Pembimas Hindu Menyerahkan Baju Pinandita kepada Ketua PHDI Kabupaten/Kota Pekalongan

Upacara keagamaan Memupuk Kesadaran Umat sebagai bentuk wujud Bhakti Umat Hindu

Pekalongan – Piodalan Pura Kalingga Satya Dharma Ke 37 yang dilaksanakan tgl 147 dipekalongan dihadiri oleh  Pembimas Jawa Tengah, Ketua PHDI Provinsi Jawa Tengah, Ketua Phadi dan Umat di Karisidenan Pekalongan sekitar 3000 umat juga turut hadir Umat Hindu dari Cirebon dan Lampung.

Upacara keagamaan Memupuk Kesadaran Umat sebagai  bentuk wujud bhakti umat Hindu, selain itu upacara memberikan pemahaman nilai dan makna yang terkandung dalam sarana upacara. Demikian disampaikan oleh I Dewa Made Artayasa dalam Sambutannya di Piodalan Pura Kalinggga Satya Dharma yang ke 37 (147)

Pinandita sebagai pemimpin  upacara keagamaan Hindu perlu mendapat perhatian, selama ini Pinandita masih sangat kurang perhatian dari umat sampai-sampai baju pinandita lusuh. Untuk itu Bimas Hindu memprogramkan untuk memberikan Baju Pinandita kepada Pinandita di Kabupaten Kota. Demikian disampaikan Pembimas Hindu Jawa Tengah I Dewa Made Artayasa dalam sambutan Piodalan Pura Kalingga Satya Dharma, Desa Linggoasri, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan (147).

Lebih lanjut disampaikan I Dewa Made Artayasa bahwa pembelajaran dalam pembuatan sarana upakara membutuhkan kebersihan hati dan pikira, kita semua dilatih untuk selalu sabar karena hanya dengan jiwa yang tenang dan penuh kesabaran maka apa yang menjadi tujuan kita akan tercapai.

Dalam pelaksanaan piodalan tersebut diisi Dharmawacana oleh Romo Pujo Broto Jati yang menekankan pada ajaran agama Hindu yaitu Jnanan, Etika dan Upakara, Jnana adalah ilmu pengetahuan, Filsafat yang masih dalam hati dan jiawa manusia, kemudia kedua etika yang memberikan kita nilai-nilia sosial di dalam kehidupan batas norma dan juga perilaki sosial, dan upakara adala bungkus dari semua apa yang kita pelajari dan perbuat sebagai wujud persembahan.

Upacara piodalan menjadi sebuah momentum untuk melaksankan ajaran agama, belajar untuk melatih kesadaran tinggi serta menjadi sebuah ajang untuk salang merekatkan kembali tali persaudaraan di antara umat Hindu. (Wahonogol)

.