Rabu, 15 Maret 2017, 07:25

Bentuk Pelayanan Pembimas Hindu Jawa Tengah Kepada Masyarakat

pembimas, Penyuluh Non PNS dan Umat Hindu lereng gunung merapi

PURA SATYA DHARMA LERENG GUNUNG
Boyolali 13 Maret 2017, Dukuh Gadung, Desa Sangup, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali seakan Nampak biasa saja dengan aktifitas masyarakat yang berkebun dan penambang pasir. Sekitar pukul 11.30 WIB Nampak sudah mulai masyarakat pulang dari kebun dengan membawa rumput untuk pakan ternak sapi disaat itulah rombongan Pembimas dan Penyuluh Agama Hindu Non PNS mulai memasuki desa yang berhawa dingin karena letak desa yang tinggal dua setengah kilo meter dari puncak gunung merapi.


Pada kesempatan tersebut rombongan Pembimas dan Penyuluh agama Hindu Non PNS menuju ke Pura Satya Dharma. Pura yang berada di tepi jalan dan tebing tinggi dalam kondisi yang memperihatinkan akibat letusan gunung merapi tahun 2010. Sampai ditempat rombongan diterima oleh sesepuh umat Hindu Mbah Mitro dan pengurus Pura Madiyo Warsono. Sambil asyik ngobrol didalam pura pengurus pura menyampaikan bahwa pura kondisinya kalau dilihat layak namun bila dilihat lebih teliti tebing di bawah Patmasana sudah longsor sehingga saat ini digunakan dengan penalutan darurat, kegiatan dipura disusung oleh empat puluh kepala keluarga dan mempunyai kegiatan rutin setiap hari rabu malam dan minggu malam jelas Madiyo Warsono.


Pembimas Hindu menyampaikan bahwa kedatangan ke pura Satya Dharma sebagi bentuk pelayanan kepada umat dan pada kesempatan ini kedatangan Pembimas bersama Penyuluh Agama Hindu Non PNS. Kenapa demikian karena yang berada di tengah umat setiap saat nantinya adalah Penyuluh Agama Hindu Non PNS. Penyuluh ini akan memberikan pembinaan dan bimbingan teknis keagamaan secara langsung dan nantinya akan membantu untuk menginput permasalahan yang terjadi di umat seperti pura ini yang mengalami permasalahan tebing yang mulai tergerus dan longsor.

Penyuluh akan membantu menjembatani untuk pengajuan anggaran dengan proposal yang diajukan kepemerintah. Dengan usaha membangun pelayanan optimal pada umat kami akan berusaha membatu agar pura nyaman untuk digunakan tidak berpikiran nanti tebing longsor. Harapan kami umat selalu semangat dan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pengurus lembaga di wilayah Musuk. Jelas Pembimas. Kondisi umat Hindu di Jawa Tengah sebagian besar di wilayah pegunungan yang sangat sulit untuk dijangkau dan juga sumber daya manusia yang terbatas sehingga terkadang banyak terputus komunikasi dan tidak mendapatkan informasi. *Wahonogol*

Berita Lainnya
Selasa, 12 September 2017, 14:48

Juara Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 Di Lampung

Selasa, 12 September 2017, 14:38

Penutupan Temu Karya Ilmiah Keagamaan Hindu Tingkat Nasional Tahun 2017

Jumat, 18 Agustus 2017, 16:23

Doa Bersama Dilakukan di Pura Agung Jagatnatha

Rabu, 16 Agustus 2017, 10:24

Jambore Pasraman Mampu Tingkatkan Kreativitas Anak

Selasa, 15 Agustus 2017, 09:14

Lahirkan Guru Agama Hindu Nusantara Multitalenta