Rabu, 5 April 2017, 13:26

Perayaan Dharma Santi Klaten: Mengedepankan Nilai Kebersamaan Untuk Menjaga Keutuhan Bangsa Indonesia

Foto Bersama Pembimas Hindu Jateng, Panitia dan Umat Hindu Kabupaten Klaten

Klaten Jawa Tengah, Setelah selesainya pelaksanaan rangkaian hari suci Nyepi yang mulai dari pemelastian, tawur agung, dan pelaksanaan catur brata pada hari suci Nyepi kemudian umat Hindu melaksanaan kegiatan Dharma Santi. Bertempat di Pendopo Pemerintah Kabupaten Klaten umat Hindu Kabupaten Klatan bersama KORPRI, TNI, POLRI dan STHD pada hari Selasa tanggal 4 April 2017 melaksanakan kegiatan Dhama Santi Bersama.


Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten Ahli Bidang Kemasyarakatan mewakili Plt. Bupati Klaten, Pembimbing Masyarakat Hindu Jawa Tengah, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, Ketua Sekolah Tinggi Hindu Dharma Klaten (STHD) serta Pendharma Wacana Prof. DR. I Gusti Surya Dharma, M.Si. dalam Dharma Santi Bersama tersebut dihadiri 2000 umat Hindu di Kabupaten Klaten.
Plt Bupati Klaten Klaten yang pada kesempatan bersamaan diundang oleh Presiden. Dalam sambutan Plt. Bupati yang dibacakan oleh Asisten Ahli Bidang Kemasyarakatan dr. Roni Rukminto, M.Kes. sambutan tersebut mengajak umat Hindu untuk selalu berperan aktif dalam menjaga silaturahmi umat beragama dan mengajak untuk menjadikan Klaten sebagi tempat yang indah untuk kunjungan berbagai kegiatan untuk kemajuan Klaten kedepan.


Turus hadir dalam kegiatan Dharma Santi Prof. DR. I Gusti Surya Dharma, M.Si Guru besar Universitas Negeri Yogyakarta sebagai Pendharma Wacana beliau menyampaikan bahwa Dhama Santi adalah bentuk suka cita umat Hindu setelah melaksanakan Catur Brata Penyepian.


Proses terbentuknya kehidupan merupakan satu wujud keagung Tuhan, awal pemahaman ini dimuali dengan peradaban sungai Sindu di India dengan tradisi penyebahan pada Dewi Ibu atau God Mather, yang menjadi rutinitas keagamaan dalam pada waktu itu, persembahan oleh bangsa arya, kemudian berkembang dengan adat tradisi dan menjadi simbul kehidupan. Lebih lanjut peradaban bergeser ke Indonesia dengan tradisi rumah Joglo yang mengambarkan Soko Guru. Berkaitan dengan Nyepi dalam peradaban pada jaman dahulu mengunakan kalender yang mengunakan system peredaran matahari, bulan, bumi dan bintang sehingga pada perayaan nyepi keberadaan matahari, bulan, bumi dan bintang berada tegak lurus sejajar dan dikatakan pada saat itu isaka warsa dan menjadi awal tahun SAKA.


Dengan perjalanan panjang tersebut mari bersama-sama umat Hindu untuk selalu menjalankan nilai ajaran agama dengan baik yang diberikan oleh leluhur kita karena Hindu selalu mengajarkan untuk selalu berbhakti. Dan jangan lupa mengedepankan nilai-nilai kerbersamaan untuk menjaga keutuhan Bangsa Indonesia. *Wahonogol*

Berita Lainnya
Senin, 10 Juli 2017, 08:19

Lomba Lagu Kerohanian Hindu Tingkat Taman Kanak-Kanak

Rabu, 5 Juli 2017, 20:56

H Syamsul Bahri Melepas Secara Resmi Kontingen UDG Jawa Timur

Selasa, 4 Juli 2017, 15:24

Cerdas Intelektual Spiritual Lahirkan Pribadi Unggul

Kamis, 22 Juni 2017, 11:29

Makna Pancasila Dalam Berkehidupan

Kamis, 22 Juni 2017, 09:35

Peletakan Batu Pertama Renovasi Pura Lilabhuana