Sabtu, 29 Juli 2017, 16:03

Membangun Karakter Bangsa Berlandaskan Pancasila

Upacara Pembukaan Pembinaan Pasraman Kota Surakarta

Pembangunan karakter bangsa yang sudah diupayakan dengan berbagai
bentuk, hingga saat ini belum terlaksana dengan optimal. Hal ini tercermin dari
kesenjangan sosial-ekonomi-politik yang masih besar, kerusakan lingkungan
yang terjadi di berbagai pelosok negeri dan masih terjadinyaketidakadilan hukum, pergaulan bebas dan pornografi yang terjadi di kalanganremaja, kekerasan dan kerusuhan, korupsi yang akhirnya merambah pada semuasektor kehidupan masyarakat. Bisa kita lihat pada saat ini banyak dijumpai tindakan anarkis,konflik sosial, penuturan bahasa yang buruk dan tidak santun, sertaketidaktaataan berlalu lintas.

Surakarta (Bimas Hindu) Pancasila sebagai dasar Negara sangat penting untuk dipahami dan hayati, sebagai anak bangsa yang memiliki kepedulian terhadap tantangan berbagai permasalahan. Pancasila akan dapat masuk dan menjadi kekuatan dalam jiwa keagamaan, pengendalian diri, kepribadian yang berkarakter, kecerdasan, berakhlak yang mulia serta memiliki keterampilan yang nantinya diperlukan oleh diri didalam kehidupan di lingkungan, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan pada hakikatnya merupakan upaya yang dilakukakn oleh masyarakat dan juga pemerintah untuk mengenalkan tentang sebuah ilmu yang memiliki manfaat bagi keberlangsungan hidup generasi penerus bangsa. Pendidikan Pancasila memiliki fungsi sebagai sarana untuk meningkatkan sikap kesadaran dalam bernegara dan lebih berwawasan nusantara, menciptakan perilaku serta memiliki jiwa cinta tanah air. Demikian disampaiakan I Dewa Made Artayasa dalam menyampaikan Materi pembinaan Pasraman di Surakarta. (29/7).

Lebih lanjut ia mengatakan Pancasila sebagai filsafat bangsa Indonesia, yang karenanya setiap warga negara haruslah mengenal, mampu memahami dan mengerti, menghayati serta dapat merefleksikannya dalam segala sendi kehidupan, baik dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa maupun dalam kehidupan bernegara. Pancasila pun merupakan peninggalan dari para pendiri bangsa yang berisi nilai-nilai budi pekerti yang luhur yang akan selalu menjadi sebuah pedoman untuk kehidupan masyarakat. sekarang ini harus diperhatikan perkembangan jaman mempengaruhi seluruh masyarakat Indonesia baik tingkat kota maupun desa, komunikasi media sosiao sangat mudah untuk diakses. Dimedia social kalau kita tidak bisa memahami dengan baik maka akan terbawa berbagai berita yang tidak benar yang disebut HOAX. Untuk itu mari kita bangun generasi anak bangsa dengan semangat pemahaman nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan Pembinaan Pasraman di Surakarta diikuti oleh 40 peserta , pada acara tersebut hadir ketua Parisada Provinsi Jawa Tengah Sebagai Narasumber dan Ketua Parisada Kota Surakarta sebagai tuan rumah.

Sebagai anak bangsa yang hidup di tanah jawa harus mempunyai ungah-unguh, tepo seliro dan hormat pada orang tua serta menghormati peraturan pemerintah. Terang I Nyoman Surahatta dalam paparan materi yang ia sampaikanya.

Berita Lainnya
Selasa, 12 September 2017, 14:48

Juara Temu Karya Ilmiah Perguruan Tinggi keagamaan Hindu Tingkat Nasional VI Tahun 2017 Di Lampung

Selasa, 12 September 2017, 14:38

Penutupan Temu Karya Ilmiah Keagamaan Hindu Tingkat Nasional Tahun 2017

Jumat, 18 Agustus 2017, 16:23

Doa Bersama Dilakukan di Pura Agung Jagatnatha

Rabu, 16 Agustus 2017, 10:24

Jambore Pasraman Mampu Tingkatkan Kreativitas Anak

Selasa, 15 Agustus 2017, 09:14

Lahirkan Guru Agama Hindu Nusantara Multitalenta