BERITA

Penyusunan Alokasi Anggaran Tahun 2016 Harus Tepat Sasaran

Jakarta(DBH) Ditjen Bimas Hindu mengadakan kegiatan Penyusunan Alokasi Anggaran Tahun 2016 pada Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu di Jakarta. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yang di sampiakan oleh Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya yaitu melakukan penyusunan rencana anggaran tahun 2016 kedalam aplikasi RKA-KL 2016 disertai pembuatan TOR dan RAB kegiatan.

Beliau menekankan pada penyerapan di anggaran tahun 2015 ini realisasi anggaran masih rendah terutama pada satker pusat, jelas I Ketut Widnya dalam sambutan dan arahan kegiatan penyusunan alokasi anggaran tahun 2016 di Hotel Le Grandeur Mangga Dua Jakarta, Jumat (30/10).

Hal ini menjadi perhatian semua unit Satker di Ditjen Bimas Hindu untuk terus upaya pelaksanaan anggaran tahun 2015 tetap berpegang teguh dengan aturan dan tertib administrasi, ujar Dirjen.

Selain itu Penyerapan ini akan sangat berpengaruh pada anggaran tahun yang akan datang, oleh sebab itu untuk penyusunan Alokasi Anggaran Tahun 2016 ini harus benar agar setiap pelaksanaan program Ditjen Bimas Hindu harus tepat sasaran, terutama yang mendukung terhadap pelayanan umat Hindu dan tidak ada lagi adanya revisi-revisi kegiatan, terang I Ketut Widnya.

Narasumber dari Kepala Biro Perencanaan dan DJA menekankan bahwa penyusunan anggaran harus tetap berpedoman dengan Restra tahun 2015-2019 Tahun 2016 sudah di anggarkan sesuai dengan Restra bersama dalam menyusun program dan kegiatan, untuk memudahkan perencanaan anggaran tahun 2016 harus benar-benar di susun dengan menyesuaikan program kebutuhan yang di lengkapi dengan data dukung.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 (empat) hari dari tanggal 30 Oktober 2 November 2015 dan penyusunan alokasi anggaran ini harus selesai melalui penyusunan Aplikasi RKA KL 2016 dan sesuai dengan Standar Biaya Masukan (SBM) tahun 2016, sehingga di Ditjen Anggaran sudah menerima ADK untuk telaah APIP.

Setelah penyampaian materi oleh narasumber di lanjutkan diskusi dari daerah tentang kendala-kendala dan permasalahan yang ada di daerah. (pp).
.