BERITA

Bina Umat Hindu, Angkat Isu Aktual

Peranan penyuluh sangat penting dalam membangun mental, moral, dan ketakwaan umat Hindu hingga ke pelosok daerah. Berbagai tantangan dan problematika di masing-masing daerah tentu berbeda-beda. Penyuluh wajib mengetahui akar permasalahan sehingga bisa menemukan solusi demi meningkatkan kualitas kehidupan umat, baik di bidang keagamaan maupun pembangunan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya, dalam kegiatan Orientasi Teknik Penyuluhan Bagi Penyuluh Agama Hindu se Jawa Timur. Kegiatan yang diikuti 50 penyuluh non PNS dan 8 Penyuluh PNS ini berlangsung dari 25 s/d 27 Februari 2016.

Penyuluh wajib mengangkat isu-isu aktual yang ada di daerahnya masing-masing. Selain itu, mereka juga harus jeli, mereka tidak hanya melihat problematika yang tampak saja, namun juga harus melihat problematika yang laten atau tidak tampak, kata Made Windya ketika menyampaikan materi di Same Hotel, Malang belum lama ini.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Mahfudh Sodar, mengungkapkan Penyuluh Agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam melaksanakan penerangan agama di tengah pesatnya dinamika perkembangan masyarakat Indonesia.

Keberadaan penyuluh Agama Hindu sangat penting bagi Kementerian Agama sebagai aparatur pemerintah memiliki posisi dan tugas fasilitator dalam membangun iklim keagamaan yang kondusif bagi perkembangan masyarakat yang dinamis, progresif, toleran dan damai, dasar nilai keagamaan dan kekayaan budaya yang berkeadaban, ungkap Mahfudh Sodar sekaligus membuka secara resmi kegiatan Orientasi Teknis Penyuluh yang rutin digelar tiap tahun.

Hadir sebagai pemateri antara lain Ali Sukamto, Ap., I Ketut Sudiarta, dan Nyoman Sutantra. Ali Sukamto yang membawakan materi Public Speaking berujar semua hubungan antar manusia akan menjadi baik jika penyuluh agama Hindu bisa mendasarkan dirinya sesuai dengan santun komunikasi. Misalnya menghargai orang lain secara mendasar sebagai manusia (manusiawi), baik dalam sikap, pendapat, berbicara maupun segala sesuatu yang menyangkut kehidupan manusia.

Ketut Sudiarta mengatakan penyuluh umat Hindu harus bisa menguatkan kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu, kelembagaan, maupun hubungan atau jejaring antar individu. Sedangkan Nyoman Sutantra mengatakan penyuluh membutuhkan kesadaran Dharma di dalam menyampaikan pesan kedamaian kepada umat yang tengah menghadapi berbagai isu-isu aktual. Kesadaran Dharma antara lain pertama, sadar bahwa Hindu dan Agama-Agama serta semua kepercayaan diciptakan Tuhan secara damai dan harmonis.

Kedua, sadar bahwa agama diciptakan jalan rukun, damai jasmani rohani demi tercapainya pendakian spiritual menuju Sang Pencipta. Ketiga, sadar bahwa dengan beragama umat Hindu bisa mencapai kehidupan yang rukun, damai, harmonis, adil sejahtera.

Penyuluh asal Kediri, Puthu Adi Sasmito, sangat mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Semoga ke depan kegiatan ini bisa terus diselenggarakan sehingga bisa menambah wawasan penyuluh agama Hindu mengenai teknik-teknik menyuluh yang baik dan benar, pungkas Adi Sasmito. *Titah
.