BERITA

Ajak Umat Hindu Bijak Dalam Mengakses Media Sosial

Keberadaan media sosial sangat bermanfaat bagi masyarakat untuk mengakses informasi. Bagi umat Hindu, salah satu fungsi media sosial adalah untukmengakses dan menyebarkan informasi mengenai agama Hindu ke seluruh lapisan masyarakat. Namun, belakangan ini, media sosial justru disalahgunakan oleh oknum-oknum tertentu. Bimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur menggelar kegiatan Dialog dengan mengambil tema Media Sosial Sebagai Sarana Informasi Untuk Peningkatan Pelayanan Kehidupan Umat Beragama. Tampak ratusan umat Hindu hadir di Pura Widya Karana, Desa Kayukebek, Pasuruan, Jawa Timur.

Beberapa diantara mereka merupakan pinandita, tokoh agama, cendikiawan, serta muda-mudi Hindu. Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama Jawa Timur, Ida Made Windya mengatakan kegiatan Dialog rutin digelar tiap tahun. Melalui dialog ini, kita mengangkat isu-isu aktual tentang agama Hindu, salah satunya peranan media sosial, sehingga nantinya diharapkan bisa menambah wawasan umat Hindu, sekaligus meningkatkan pelayanan terhadap kehidupan umat beragama, kata Made Windya, Minggu (13/3) di Pura Widya Karana.

Media sosial bisa berperan ganda, jika digunakan secara bijak untuk hal positif, maka akan sangat bermanfaat, termasuk untuk pembinaan keagamaan melalui media massa. Namun jika digunakan untuk hal negatif maka akan menghancurkan kehidupan. Dosen Institut Teknologi Surabaya, I Nyoman Sutantra mengungkapkan ada empat penyebab terjadinya pelecehan umat Hindu di media sosial. Para pelaku biasanya mereka kurang mengerti tentang hal yang mereka sebarkan di media sosial, cari sensasi, ada kepentingan tertentu, dan memang sengaja melecehkan, ungkap Nyoman Sutantra. Sutantra menambahkan, seharusnya media sosial digunakan untuk memberikan informasi yang positif.

Kasus pelecehan tersebut bisa diselesaikan dengan metode Pandawa, pertama dihadapi dengan Dharma Agama (Yudistira), lalu baru diselesaikan dengan hukum (Bima). Sekretaris PHDI Jatim, I Gusti Ketut Budiartha mengatakan, media sosial tidak bisa dibatasi. Setiap permasalahan hendaknya dicarikan solusi, bisa melalui dialog sehingga bisa diketahui akar masalahnya lalu bisa bersama-sama menemukan solusi, imbuh Ketut Budiartha. Selanjutnya, panitia Dharma Shanti Jawa Timur menggelar Bakti Sosial pembagian sembako kepada masyarakat kurang mampu dan pengobatan gratis kepada umat Hindu Pasuruan.

Bantuan tersebut diberikan sebagai rasa solidaritas antar umat Hindu. Bimas Hindu Jawa Timur juga memberikan bantuan dana punia yang dikumpulkan dari peserta dialog kepada panitia Dharma Shanti Jawa Timur. Dana punia tersebut nantinya digunakan untuk membantu kegiatan Dharma Shanti Provinsi Jawa Timur yang akan diselenggarakan 16 April 2016 di Taman Candra Wilwatikta Pandaan, Pasuruan, Jawa Timur. *Titah
.