BERITA

Simakrama Umat Merupakan Inti Kerukunan

MataramINMAS Rangkaian dari perayaan Hari Nyepi dari Tahun Saka 1938 bagi Umat Hindu adalah diadakannya kegiatan Simakrama (Silaturrahim bagi umat Islam) yang merupakan paket half day bertempat di Hotel Lombok Plaza Cakranegara dengan 50 (lima puluh) peserta yang terdiri dari unsur Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat , Ketua Organisasi dan Pinandita se Pulau Lombok, dimana kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Sirojuddin, MM.

Melalui Simakrama Umat kita tingkatkan semangat kebersamaan dan keberagaman untuk perekat persatuan merupakan tema yang diangkat Panitia Penyelenggara sesuai dengan tujuan diadakannya kegiatan ini, yaitu selain untuk meningkatkan keharmonisan intern umat Hindu, antar umat beragama dan umat beragama dengan Pemerintah untuk menjalin hubungan yang lebih harmonis, juga bertujuan agar adanya sinergitas tokoh Agama dan tokoh masyarakat baik antar lembaga maupun Pemerintah.

Kegiatan Simakrama yang juga dihadiri oleh Pejabat EsselonIIIdan IV pada Kanwil Kemenag Provinsi Nusa Tenggara Barat, KetuaPHDIdan KetuaSTAHNGde Pudja Mataram, menurut Ketua Panitia Penyelenggara melaporkan bahwa kegiatan Simakrama ini adalah merupakan kegiatan yang sangat penting, terlebih baru-baru ini Umat Hindu telah melaksanakan rangkaian proses upacara Nyepi, sehingga kegiatan simakrama seperti ini sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan jalinan dalam hubungan yang harmonis dan peningkatan kerukunan umat.

Selanjutnya dalam sambutan dan arahannya Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Barat yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha Drs. H. Sirojuddin, MM menyampaikan salah satu yang menjadi Program Pemerintah adalah bagaimana kita meningkatkan dan menambah perekat umat Beragama yang salah satu misinya adalah bagaimana meningkatkan kerukunan umat beragama, namun dengan bertemu seperti kegiatan ini adalah merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kerukunan umat tersebut.

Lanjut dikatakan H. Sirojudin dalam sambutannya adalah ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam meningkatkan kerukunan umat beragama ini, antara lain janganlah kita saling benci, saling mencari kesalahan teman, oleh karena itu kegiatan seperti ini harus kita sering-sering melaksanakannya, minimal untuk bertemu dalam membicarakan bagaimana meningkatkan kerukunan umat beragama baik intern umat beragama, antar umat beragama dan antara umat beragama dengan Pemerintah, jadi kalau kita sudah rukun maka sulit untuk kita dipropokasi untuk melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama. (miq olah)
.