BERITA

Kompetensi Guru Agama Hindu Ditingkatkan

GORONTALO (Humas) Memahami betapa pentingnya peran guru sebagai pilar membangun moral generasi muda bangsa, maka Penyelenggara Bimas Hindu pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo menggelar Orientasi Peningkatan Kompetensi Guru Agama Hindu se Provinsi Gorontalo.

Orientasi ini kata penanggung jawab kegiatan, I Made Narta, S.Ag.M.Si dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja guru dalam proses belajar mengajar Agama Hindu. Juga membangun pendidikan yang bermutu untuk mewujudkan generasi bangsa yang berkualits.

Serta memotivasi para guru guru Agama Hindu untuk mengajar lebih optimal sesuai kurikulum yang berlangsung, terangnya.

Lebih lanjut kata I Made Narta, di dalam Veda dan susastra Hindu sangat banyak digambarkan dan diulas bagaimana tugas dan kewajiban seorang guru. Demikian besarnya peranan guru-guru rohani Hindu yang mengembangkan ajaran Agama Hindu yang dapat diwarisi dan digali dewasa ini.

Didalam ajaran Agama Hindu seorang guru memiliki posisi sentral dan terhormat di tengah-tengah masyarakat, pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Gorontalo Dr. H. Rusman Langke, M.Pd menjelaskan, guru adalah pendamping utama kaum pembelajar, orang-orang muda dan benih-benih kehidupan masa depan, dalam proses menjadi pemimpin. Sang guru kata Rusman adalah aktor intelektual yang selalu ada dibelakang layar, yang tut wuri handayani.

Gurulah yang akan mengubah paradigma siswa yang tidak paham menjadi paham, yang tidak tahu menjadi tahu, yang tidak mengerti menjadi mengerti, tuturnya.

Guru yang profesional kata Rusman, di tuntut memiliki komitmen, bertanggungjawab, belajar dari pengalaman, serta menjadi bagian dari masyarakat belajar, sehingga mampu meningkatkan karakter siswa.

Karena itu, kebijakan pendidikan agama diarahkan pada peningkatan peningkatan akses, mutu dan relevansi pendidikan tinggi keagamaan yang berkualitas, serta peningkatan kualitas pendidikan agama pada satuan pendidikan umum untuk memperkuat pemahaman dan pengamalan dalam membina akhlak mulia dan budi pekerti luhur.

Hakekatnya pribadi unggul pada idealisme guru adalah kemurniaan pengabdian untuk mendidik, tandasnya. (mail/rie/uq)
.