BERITA

Lahirkan Guru Agama Hindu Profesional

Malang (Bimas Hindu Jawa Timur) Pendidikan mempunyai peranan penting dalam mendidik serta membentuk manusia yang cerdas secara intelektual, sosial, emosional, maupun spiritual, terampil serta berkepribadian yang baik.

Hal tersebut disampaikan oleh Pembimas Hindu Jawa Timur, Ida Made Windya dalam kegiatan Orientasi Peningkatan Kompetensi Guru Agama Hindu Tingkat Dasar dan Menengah Angkatan I.

Guru agama Hindu merupakan ujung tombak dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) umat Hindu. Mereka merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik, ungkap Ida Made Windya dalam sambutannya mewakili Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Mahfudh Sodar, Rabu (08/06/2016) di Hotel Purnama, Kota Batu, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dari tanggal 8 10 Juni 2016 ini diikuti oleh 50 guru agama Hindu se Jawa Timur.

Ida Made Windya sekaligus sebagai pemateri menambahkan guru profesional wajib memenuhi kualifikasi akademik (S1/D IV), berkompetensi, memiliki sertifikat pendidik, sehat jasmani rohani serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Ada empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru yang profesional antara lain kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial, tambah Ida Made Windya ketika menyampaikan materi Pengembangan Diri dan Sumber Belajar Sebagai Peningkatan Kompetensi Guru.

Kompetensi pedagogik mendorong agar guru mampu mengelola pembelajaran peserta didik, meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.

Lalu kompetensi kepribadian di mana personal guru harus mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Selanjutnya ada kompetensi profesional di mana guru wajib menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkan membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam Standar Nasional Pendidikan.

Terakhir kompetensi sosial di mana guru wajib menjadi bagian dari masyarakat maka guru dituntut mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.

Salah satu peserta asal Banyuwangi, Mardi Eko Putro mengatakan generasi muda Hindu butuh perhatian khusus mengingat merekalah masa depan Hindu dan calon guru agama Hindu mendatang. Mereka yang masih muda perlu pembinaan dan perhatian khusus sehingga dapat melahirkan generasi muda yang militan, SDM Hindu yang berkualitas dan berdaya saing, tegas Mardi.

Hadir sebagai narasumber I Wayan Sutama dengan materi Penelitian Tindakan Kelas, I Wayan Arsana dengan materi Strategi dan Perangkat Pembelajaran Agama Hindu, I Nengah Parta dengan materi Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Materi Ajar Agama Hindu dan I Wayan Legawa dengan materi Evaluasi dan Penilaian Hasil Pembelajaran Pendidikan Agama Hindu.*Titah Pratyaksa
.