BERITA

Penyuluhan Daerah Pedesaan pada Desa Pakraman Gilimanuk

(KanKemenag Kab. Jembrana) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali Gelar Penyuluhan Daerah Pedesaan, sebagai momentum untuk meningkatkan Sradha dan Bhakti umat Hindu. Penyuluhan digelar pada hari Jumat tanggal 23 September 2016, bertempat di Pura Segara Rupek Tirtha Empul Cekik, Desa Pakraman Gilimanuk. Total peserta berjumlah 80 orang dari kalangan Pemangku, Serati Banten, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Sekaa Santi, Sekaa Teruna, Prejuru, dan Pecalang.

Pgs. Kakanwil Kemenag Provinsi Bali bapak I Nyoman Lastra, S.Pd.,M.Ag membuka langsung kegiatan yang ditandai dengan membentangkan senjata Panah Pasupati dan diiringi dengan Gamelan Batel Gender Wayang. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Sejarah perjalanan Agama Hindu di Bali sejak dulu, dari kedatangan Ida Maha Rsi Markandeya dengan jasanya menanam Panca Datudi lereng gunung Ton Langkir, kemudian datang Maha Rsi Sidhi Mantra dengan jasanya rela menaruh putranya yaitu Ida Manik Angkeran tinggal di lereng gunung Ton Langkir, kemudian datang Ida Empu Kuturan dengan jasanya menyatukan sekta-sekta di Bali menjadi tiga kekuatan (Tri Murti), menyatukan Pakraman, Subak, Kahyangan Tiga. dan terakhir Ida Pedanda Sakti Wau Rauh berjasa untuk menyatukan semua kepercayaan orang Bali untuk memuja ke Esa an Tuhan dengan konsep Padma Sana. ungkapnya

Hadir sebagai narasumber penyuluhan Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H selaku Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Bali, dimana Beliau menyampaikan agar Pendidikan Hindu diawali dari masa anak-anak, remaja, dewasa sehingga kehinduan umatnya semakin mendalam. Peran dan Perhatian pemerintah juga sangat diharapkan mulai dari mendirikan sekolah bernuansa Hindu, dari TK Hindu sampai Perguruan Tinggi Hindu. harapnya

Penyuluhan daerah pedesaan tersebut ditutup dengan penyerahan secara simbolis Keben, Genta, Wastra, Baju Pemangku, dan Buku. Penyerahan tersebut diserahkan langsung oleh bapak I Nyoman Lastra, S.Pd.,M.Ag. (@)
.