BERITA

Sumatera Selatan Gelar Orientasi Pinandita/Pemangku Tahun 2016

Palembang, Inmas Hindu

Sebanyak 40 orang pinandita/pemangku se provinsi Sumatera Selatan mengikuti Orientasi Pinandita/Pemangku yang diadakan oleh Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, dari tanggal 26 s.d 28 September 2016yang dilaksanakan di Hotel Best Skip Palembang, Rabu (27/9).

kegiatan orientasi pinandita meerupakan program rutin setiap tahun bimbingan masyarakat hindu kanwil kemenag sumsel dalam upaya meningkatkan pemahaman, pengetahuan serta penghayatan pinandita/pemangku dalam hal upakara dan upacara yadnyaserta pembinaan umatdi provinsi sumatera selatan. karena seorang pinandita merupakan seseorang yang dimuliakan serta menjadi panutan dan teladan didaerah maka perlu adanya pemahaman dan kesamaan dalam hal upakara-upakara yadnya agar tidak terjadi kebingungan umat karena adanya perbedaan-perbedaan dalam hal upakara dan upacara yadnya.

Kegiatan tersebut di buka oleh Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Sumsel Drs. H. Yeri Taswin, M.Pd.I. Dalam Sambutannya beliau sangat mengapresiasi kegiatan Orientasi pinanditatersebut, "Pinandita ini sangat istimewa selain sebagai pemimpin suatu upacara yadnya kegamaan Hindu juga aktif dalam melaksanakan pembinaan umat karena Para Pinandita sangat dimuliakan dan juga menjadi teladan bagi Umat" Ujarnya.

Narasumber pada kegiatan tersebut yaitu dari Kanwil Kemenag SumselH. Yeri Taswin, M.Pd.I dengan materi Kebijakan Kanwil Kemenag Sumsel Dalam membina Rohaniawan/tokoh-tokoh agama. Bimas Hindu Kanwil Kemenag Sumsel Kt. Gd. Riasa Astawa dengan Materi Tugas dan fungsi pinandita dalam masyarakat. PHDI Provinsi Sumatera Selatan I Gusti Bagus Surya Negara SE. Ak. MM dengan Materi Upaya PHDI dalam menyamakan persepsi tentang upakara dan upacara kepada para pinandita/pemangku. Ditjen Bimas Hindu I Gede Jaman, S.Ag, M.Si dengan Materi Kebijakan Ditjen Bimas Hindu Dalam Pembinaan pembinaan pinandita/pemangku. Ida Pandita Mpu Jaya Wijaya Nanda dengan materi Arti, Fungsi dan atat cara dalam membuat upakara yadnya.

Menurut Ketua Panita Wayan Parma S.Ag kegiatan orientasi pinandita kali ini bertujuan untuk terus menjalin komunikasi, kesatuan dan kebersamaan pinandita dalam melaksanakan pelayanan umat Hindu di provinsi sumatera selatan. "kegiatan inimerupakan momentum bagi para pinandita/pemangku yang baru/pemangku jenior untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman di bidang tatwa-tatwa Hindu serta menjalin komunikasi dan kebersamaan antar pinandita.

Dalam pertemuan tersebut juga banyak usulan dari para pinandita baik untuk PHDI, Pembimas dan Ditjen Bimas Hindu yaitu masalah buku-buku pedoman kepanditaan, buku bebantenan, buku-buku tatwa lainnya tentang kepanditaan serta adanyan bantuan pakean, sarana dan prasaran kepanditaan khusnya diberikan kepada pinandita yang berada di daerah-daerah yang jauh dan terpencil. itulah yang menjadi harapan para pinandita yang hadir pada kegiatan tersebut. (KS)
.