BERITA

Pembimas Hindu Sultra, Ngakan Made Sudiana menyerahkan Bantuan Pakaian tari Topeng 'Sidakarya' Lengkap kepada Pengempon Pura dalem Ped, Ds. Jati Bali,

Bimas Hindu Sultra Serahkan Bantuan Pakaian Tari Topeng

Kendari, (Inmas Sultra) - Sarana keagamaan Hindu memiliki jenis fungsi yang berbeda-beda seperti gong, genta,baju pemangku, siwakarana, senjata nawasanga, pakaian rejang dewa, kitab suci, topeng sidekarya, kalender yang keberadaannya sangat diperlukan oleh umat. Sarana yang lain adalah sebagai pendukung pelaksanaan upacara keagamaan, sehingga dapat dilaksanakan secara hikmat, khusuk dan hening, sarana-sarana tersebut sangat berpengaruh terhadap kejiwaan seseorang pada saat melaksanakan kegitan keagamaan. 

Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) melaui program Bantuan Pembinaan dan pengembangan Budaya Keagamaan di tahun 2016 ini membantu Lembaga Umat Hindu di dua lokasi dengan bantuan Seperangkat Pakaian Tari Topeng 'Sidakarya" Lengkap, salah satunya yaitu PHDI Kab. Konawe Selatan.

Bantuan ini oleh PHDI Konawe Selatan diperuntukkan untuk mendukung kegiatan umat di Desa Jati Bali. Desa ini berada di Kecamatan Ranomeeto Barat, Kabupaten Konawe Selatan. Umat Hindu di wilayah ini merupakan transmigrasi pada tahun 1962. Mengawali trans Umat Hindu di Sulawesi Tenggara. Kehidupan ekonomi umat di sini sudah mulai baik, namun masih tetap perlu dukungan pemerintah secara moril maupun materiil untuk lebih sejahtera. Kondisi infrastruktur masih belum baik, jalan rusak sudah menjadi pemandangan yang biasa di wilayah transmigrasi.

Penyerahan bantuan berupa seperangkat Pakaian Tari Topeng Sidakarya Lengkap, dilaksanakan di Pura Dalem Ped, bertepatan dengan piodalan Buda Kliwon Pahang (12/10).

Pembimas Hindu, Ngakan Made Sudiana sebelum secara simbolis menyerahkan Bantuan, dalam sambutannya mengungkapkan kebahagiannya bisa bertemu langsung dengan umat, melihat pembangunan pura yang sudah baik dan semangat umat yang begitu bergembira. Walau jauh dari tanah asal (Bali), namun tetap mengajegkan budaya leluhur di tanah rantauan. Pembimas berpesan agar semangat ini tetap dijaga sampai ke anak cucu berikutnya, nilai-nilai positif harus tetap diwariskan agar selalu terjaga toleransi antar umat di Sultra.

Setelah serah terima bantuan secara simbolis oleh Pembimas, dilanjutan dengan dharmawacana oleh Sekretaris PHDI Sultra, I Kadek Yogiarta.

Hadir pula dalam kegiatan ini, Ketua II PHDI Sultra, Made Sukada, Ketua PHDI Konsel, Wayan Cangker, Ketua PHDI Kecamatan Ranomeeto Barat, PHDI Desa Jatibali, Gusti Ketut Widana, dan Kepala Desa dan Adat Desa Jati Bali. (PKJ).