BERITA

Dirjen Bimas Hindu: Pasraman Menjaga Peradaban Hindu Nusantara

Jayapura, Bimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Papua melaksanakan kegiatan Orientasi Pengurus dan Guru Pasraman. Menurut ketua panitia, Rianto, S.Ag, kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada pengurus-pengurus pasraman yang ada di Provinsi Papua tentang mekanisme pengusulan peralihan status pasraman non-formal menjadi pasraman formal.

Dalam sambutannya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Jannus Pangaribuan, SH., M.M memberikan apresiasi atas diselenggarakannya kegiatan tersebut. Menurutnya berbicara masalah pendidikan, tidak bisa lepas dari kegiatan belajar yang merupakan tuntutan sepanjang jaman dan proses panjang yang tidak pernah putus dalam kehidupan serta merupakan bagian dari hidup itu sendiri.

Pembimas Hindu Provinsi Papua IGM Sunartha, S.Ag., M.M dalam sambutannya mengharapkan agar kegiatan ini dapat lebih banyak digunakan untuk berdiskusi dan sekaligus mencari solusi berkaitan dengan pendidikan keagamaan Hindu baik pasraman formal dan non-formal. Sehingga ada kesepakatan bersama misalnya rekomendasi salah satu pasraman yang layak untuk diajukan menjadi pasraman formal. Ia juga berharap agar pasraman yang ada dapat dikelola dengan baik dan profesioonal sehingga anak-anak juga mendapatkan pelayanan yang baik pula.

Drs. Ida Bagus Gede Subawa, M.Si menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan pasraman adalah untuk menanamkan Sradha dan Bhakti kepada Tuhan serta untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan, cakap, kreatif, mandiri, demokratis dan bertanggungjawab.

Sementara itu, Prof. Drs. I Ketut Widnya, M.A., M.Phil., Ph.D selaku Dirjen Bimas Hindu, menyampaikan bahwa peradaban Hindu pada masa kerajaan Majapahit pernah mencapai kemajuan. Kita pernah mencapai kemajuan dalam peradaban Hindu Indonesia pada jaman Majapahit, tetapi sayang hal itu akhirnya hancur. Namun sekarang pasca kemerdekaan peradaban kita (Hindu) sudah mulai maju dan disini pasraman mempunyai fungsi untuk menjaga peradaban Hindu Nusantara ucapnya.

Sesungguhnya peradaban Indonesia juga diwarnai oleh peradaban Hindu. Agama itu pada dasarnya memastikan hidup kita apakah mencapai pembebasan atau tidak. maka sesungguhnya praktek agama di dalam peradaban. Apakah kita hidup atau mati itu adalah sama saja. Orang Hindu melihat yang penting itu adalah hidup dalam peradaban. Artinya, agama kita harus dipratekan dalam peradaban. Dan dimana-mana sesungguhnya agama kita gampang untuk dipraktekan, meskipun terlihat sulit dipelajari. Agama Hindu membawa dalam praktek kehidupan sehari-hari. Inilah sumbangan Hindu Nusantara di dalam membangun peradaban modern. Sehingga untuk memelihanya, maka sekali lagi pendidikan di pasraman sangat penting imbuhnya.

Selain dihadiri oleh Ka.Kanwil, Dirjen Bimas Hindu dan Direktur Pendidikan Hindu, acara juga dihadiri oleh Wakil Ketua PHDI dan Ketua WHDI Provinsi Papua bertempat di Balai Besar Diklat Kesejahteraan Sosial-Tanah Hitam. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari dari tanggal, 19-21 September 2016.
.