BERITA

Pembimas Jawa Tengah Drs. I Dewa Made Artayasa Memberikan Sambutan Dalam Pembukaan Seleksi Penyuluh Non PNS

Seleksi Penyuluh Agama Hindu Non PNS Bimas Hindu Jateng

BIMAS HINDU KANTOR WILAYAH KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI JAWA TENGAH MELAKSANAKAN SELEKSI PENYULUH AGAMA HINDU NON PNS TAHUN ANGGARAN 2017.

Bimas Hindu Jawa Tengah pada tanggal 15-16 Oktober 2016 melaksanakan seleksi Penyuluh Agama Hindu Non PNS yang di ikuti oleh 31 peserta seleksi. Dalam pembukaan pelaksanaan tes ketua panitia seleksi Ni Nyoman Sartini, SE. Menyampaikan pelamar/peserta yang ikut seleksi mewakili dari berbagai daerah yang ada di Jawa Tengah. Adapun tes Seleksi terdiri dari 1. Tes Tulis, diantaranya pengetahuan umum, Sekolastik dan pengetahuan agama. 2. Tes Kompetensi diantaranya dasar-dasar komputer, Word, Exel dan Power Poin. Administrasi perkantoran dan komunikasi masa. 3. Tes Wawancara, Attitude, Komitmen dan Integritas. Tahapan tes hari pertama dimulai dengan tes tulis dan tes kompetensi dan dilanjutkan hari kedua dengan tes komunikasi masa dan wawancara. Tes ini dimaksudkan agar penyuluh yang lulus seleksi mempunyai kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan kerja seorang penyuluh. Jelas Nyoman Sartini.

Seleksi Penyuluh Agama Hindu Non PNS di buka oleh Pembimas Hindu Kementerian Agama Provinsi Jwa Tengah yang mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jwa Tengah. Dalam sambutanya menyampaikan Penyuluh Agama Hindu Non PNS mempunyai peranan yang sangat strategis karena sebagai penyuluh menjadi garda terdepan dalam meningkatkan kwalitas dan kuantitas umat hindu ke depan. Perkembangan dan kemajuan umat sangat bergantung dari informasi yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Non PNS. Salah satu tugas yang harus diemban penyuluh nantinya selain melakukan pembinaan, penyuluhan penerangan dan pelayan kepada umat adalah menginput data umat, data rumah ibadah, data lembaga keagmaan dan kegiatan keumatan yang dilaksanakan secara rutin, untuk itu jika nanti lulus seleksi maka diharapkan dapat bekerjasama dengan baik dengan pemerintah dalam hal ini Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Ungkap I Dewa Made Artayasa.

Sebagai tim penguji Jaka Suyitna mengatakan semua yang ikut tes harus mampu mengerjakan semua soal yang sudah disiapkan oleh panitia dan juga mampu untuk tes berikutnya yaitu kemampuan komunikasi masa, ini penting seorang penyuluh harus mampu menghadapi banyak umat nantinya dimasyarakat bukan saja umat hindu tapi umat yang lain karena setidaknya mempuanyai peran nantinya di masyrakat. Salah satu hasilnya adalah Penyuluh Agama Hindu Non PNS yang sekarang sudah bertugas semua mampu mengunakan It dengan baik dan sistem yang diminta oleh Bimas Hindu dapat mudah diakses tegas Jaka Suyitna. *Wahongol*
.