BERITA

Monitoring Hari Raya Siwa Ratri 2017

(KanKemenag Kab. Jembrana) Khusus pada perayaan hari Siwaratri kali ini Kamis, 26 Januari 2017, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jembrana melalui Seksi Urusan Agama Hindu melaksanakan monitoring hari raya Siwaratri di 5 (lima) Kecamatan Kab. Jembrana. Tim monitoring berkumpul pertama di Pura Saraswati Kantor Kemenag Jembrana dengan diawali persembahyangan tahap pertama pukul 18.00 wita, kemudian tim bergerak menuju lokasi ke wilayah kecamatan masing-masing. Dalam pelaksanaan malam Siwaratri setelah persembahyangan tahap I, dilanjutkan dengan Dharmawacana, Dharmagita dan Dharmatula dari kalangan remaja/Sekaa Teruna bekerjasama dengan Penyuluh Agama Hindu Non PNS dan Penyuluh Bahasa Bali. Pada saat tengah malam sehabis persembahyangan tahap II dilanjutkan dengan meditasi.

Tujuan brata Siwa Ratri untuk menemukan kesadaran diri (atutur ikang atma rijatinia). Brata tersebut dilaksanakan dengan upawasa, monabrata dan jagra. Monaartinya berdiam diri tidak bicara. Mona artinya bertujuan melatih diri dalam hal berbicara agar biasa bicara dengan penuh pengendalian sehingga tidak keluar ucapan-ucapan yang tidak patut diucapkan. Mona berarti melatih pembicaraan pada diri sendiri dengan merenungkan kesucian. Sehabis sembahyang atau meditasi dan japa biasakan me-lakukan mona atau agak membatasi berbicara. Hal ini akan bermaanfaat untuk memberikan kesempatan pada berkembangnya positif energi untuk menggeser parasit energi. Positif energi dalam diri akan dapat memberikan kita kesehatan, ketenangan dan kesucian. Kalau tiga hal ini dapat kita miliki dalam hidup maka hidup yang bahagia lahir bathin akan semakin kita rasakan.

Demikianlah tiga tingkatan pelaksanaan brata Siwa Ratri berdasarkan nista madya utama. Dari segi makna amat tergantung kesungguhan sikap kita melaksanakan brata tersebut. Meskipun kita mengambil yang nista namun sikap yang melandasi ber-sungguh-sungguh, maka yang nista itu pun akan menghasilkan yang utama.

.