BERITA

Foto Penyuluhan Agama Daerah Pedesaan Di Desa Pakraman Jumenang, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem

Penyuluhan Agama Daerah Pedesaan Di Desa Pakraman Jumenang Karangasem

(Ura Hindu) Denpasar, 21 Pebruari 2017

Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Agama Daerah Pedesaan untuk pertama kalinya pada hari Senin, 20 Pebruari 2017 bertempat di Wantilan Pura Puncak Kembar, Banjar Kenusut, Desa Pakraman Jumenang, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem. Sebelum dimulai, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) didampingi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem, Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu, Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu, seluruh Kepala Seksi pada Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali beserta panitia penyelenggara kegiatan dan peserta kegiatan yang telah hadir secara bersama-sama melaksanakan persembahyangan bersama di Pura Puncak Kembar.

Acara dipandu oleh pembawa acara yang merupakan karyawati dari Jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem. Jajaran Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem digandeng untuk turut serta menyukseskan kegiatan ini. Ucapan selamat datang disampaikan secara berturut oleh Bendesa Adat Desa Pakraman Jumenang dan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Karangasem kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali beserta rombongan dan juga seluruh peserta kegiatan yang hadir. Mereka menyampaikan rasa terima kasihnya karena dalam agenda kerja yang begitu padat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali sudah meluangkan waktu untuk bertemu dengan Umat Hindu yang ada di Desa Pakraman Jumenang guna memberikan penyuluhan agama. Mereka juga menyampaikan bahwa di Desa Pakraman Jumenang, Umat Hindu hidup berdampingan dengan umat lainnya namun sampai saat ini kerukunan antar umat beragama masih terjaga dengan sangat baik.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali dalam sambutannya yang sekaligus membuka Kegiatan Penyuluhan Agama Daerah Pedesaan ini menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Umat Hindu di Desa Pakraman Jumenang karena sudah begitu bersemangat mengikuti kegiatan ini. Beliau mengawali penyampaian materinya dengan menyebutkan bahwa akhir-akhir ini terjadi fenomena dalam masyarakat dimana umat memiliki semangat beragama yang tinggi. Beberapa indikatornya adalah pembangunan pura yang semakin pesat oleh Umat Hindu dengan disokong bantuan dari Pemerintah serta antusiasme yang tinggi dari Umat Hindu untuk tangkil ke pura baik pada saat rahinan ataupun pada hari-hari biasa. Orang dewasa, remaja hingga anak-anak tangkil ke pura untuk melakukan persembahyangan sehingga pura terlihat sangat ramai. Semangat beragama yang tinggi tentu merupakan sebuah modal yang baik. Namun alangkah baiknya bila dibarengi dengan pemahaman ajaran agama yang baik dan bahkan yang jauh lebih penting yaitu aktualisasi dari pemahaman akan ajaran agama tersebut dalam bentuk perilaku dalam kehidupan sehari-hari yang mencerminkan kita sebagai orang yang paham akan ajaran agama.

Terkait dengan masalah Yadnya, Beliau menegaskan agar Umat Hindu meyakini Yadnya yang dilaksanakan. Yadnyabisa disesuaikan dengan kemampuan umat karena dalam ber-Yadnya sudah ada tingkatannya, yaitu Nista, Madyadan Utama. Beliau juga menghimbau Umat Hindu agar memahami bahwa tidak ada upacara keagamaan atau Yadnya yang menyebabkan Umat Hindu menjadi miskin. Pahami dan sadari mengenai apa yang menyebabkan dana dalam pelaksanaan upacara keagamaan tersebut menjadi membengkak, yang salah satunya adalah gengsi atau ego untuk menjaga martabat atau harga diri dalam kehidupan bermasyarakat sehingga mengharuskan upacara keagamaan digelar dengan megah atau mewah.

Narasumber kedua yang dihadirkan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H). Dalam materi yang disampaikan, Beliau menginformasikan kemajuan yang telah dicapai terkait rencana pendirian sekolah Agama Hindu di Propinsi Bali. Selanjutnya Beliau membahas mengenai masalah yang belakangan terjadi dalam Umat Hindu yang datangnya justru dari intern Umat Hindu itu sendiri. Salah satunya terkadang kebiasaan dalam menjalankan upacara Agama Hindu yang dilakukan di luar Propinsi Bali atau bahkan di luar negeri yang berusaha untuk diakulturasikan ke dalam budaya dan Agama Hindu di Propinsi Bali. Padahal hal tersebut jelas tidak boleh dilakukan apalagi jika terkesan dipaksakan. Materi lain yang disampaikan adalah terkait pelaksanaan Yadnya dalam kehidupan beragama sehari-hari. Yang terpenting menurut Beliau, pada saat ber-Yadnya, yakini apa yang akan kita persembahkan. Plt. Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali tampil sebagai narasumber terakhir dalam kegiatan ini.

Umat Hindu yang hadir dalam kegiatan penyuluhan kali ini merespon apa yang telah disampaikan oleh tiga orang narasumber dengan antusias. Mereka merespon dengan memberikan beberapa pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan dan mereka berharap apabila memang di kemudian hari tersedia anggaran untuk kegiatan yang sama maka kegiatan pembinaan agama semacam ini agar dilaksanakan kembali di desa pakraman lain di wilayah Kabupaten Karangasem karena masih banyak Umat Hindu yang harus dibina dan diberi siraman rohani. Terkait dengan rencana akan didirikannya sekolah Agama Hindu di Propinsi Bali, Umat Hindu yang ada di Desa Pakraman Jumenang sangat mengapresiasi segala usaha yang telah dilakukan oleh seluruh jajaran Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama dan mereka dengan ini menyatakan menginginkan adanya sekolah Agama Hindu di Desa Pakraman Jumenang. Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali untuk sementara menampung aspirasi Umat Hindu di Desa Pakraman Jumenang dan memberi sedikit penjelasan bahwa sampai saat ini silabus pendidikan untuk sekolah Agama Hindu sudah berhasil disusun, sedangkan buku ajarnya masih dalam proses pengerjaan. (ts)
.