BERITA

Jagabaya Bersama Pembimas Dan Ketua Phdi Provinsi Jateng

Jagabaya Ikut Mengamankan Atur Piuning Persiapan Tawur Agung Kesanga

Prambanan 25 Pebruari 2017 Pembimas Hindu Jawa Tengah bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Jawa Tengah ke Candi Prambanan dalam rangka persiapan Tawur Agung Kesanga di plataran Candi Prambanan. Dalam kegiatan ini yang menarik adalah keberadaan petugas keamanan keagamaan JAGABAYA kalau di Bali PECALANG.


Kata jagabaya berasal dari dua unsur kata jaga 'menjaga' dan baya 'bahaya'. Secara keseluruhan kata jagabaya berarti menjaga marabahaya. jaga baya juga dapat di definisikan sebagai kepala keamanan, menurut kamus besar bahasa Indonesia. Jagabaya yang dimaksud disini adalah kelompok anak muda Hindu Jawa di daerah Klaten yang mempunyai kepedulian pada umat Hindu diwilayah Klaten dan sekitarnya untuk mengadakan pengamanan ketika upacara keagamaan berlangsung.


Pada acara persiapan Tawur Agung Kesanga kemarin, Jagabaya ikut mengamankan persembahyangan aturpiuning sebagai awal sebelum Tawur Agung Kesanga dilaksanakan. Menurut ketua Jagabaya Pamwanto ini adalah wujud kepedulian anak muda Hindu selalu menjaga ketika diadakan upacara keagmaan dan Jagabaya merupakan bagian didalamnya yang ikut nyengkuyung berperan untuk kelancaran upacara. Jagabaya ini sudah memiliki anggota 200 orang diwilayah klaten. Kegiatan selain pengamanan upacara keagamaan juga membantu dalam perawatan Pura diwilayah Klaten agar selalu bersih dan nyaman untuk dipergunakan. Metode yang digunakan adalah berkeliling setiap pertemuan tidak menetap disatu pura. Kaitanya dengan kegiatan aturpiuning ini, kami ingin selalu berada diumat dan umat merasa nyaman dalam kegiatan ritual keagamaan. Terang Parwanto.


I Dewa Made Artayasa mengambarkan Pecalang di Bali tugas pecalang tidak hanya untuk menjaga keamanan desa dalam melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan upacara adat dan agama , tetapi juga menjaga keamanan dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Desa Pakraman memiliki pecalang dengan angggota orang yang dimana anggota pecalang itu berasal dari perwakilan dalam setiap banjar di Desa tersebut. Oleh karena itu, pecalang dituntut agar mampu menjaga keamanan tidak hanya pada saat upacara dalam bidang adat dan agama saja, tetapi juga harus mempunyai kemampuan untuk menjaga keamanan wilayah desa dalam melaksanakan berbagai kegiatan sosial. Kalau di Jawa karena desa adat tidak begitu menonjol maka Jagabaya diharapakan mampu berperan untuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan, sehingga peran yang dilakukan Jagabaya dapat terlihat nyata di Umat Hindu. *wahonogol*

.