BERITA

FOTO BERITA PEMBINAAN LEMBAGA KE DAERAH PEDESAAN

Pembinaan Lembaga ke Daerah Pedesaan Tahun 2017

(Ura Hindu) Denpasar, 27 April 2017 - Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Pembinaan Lembaga ke Daerah Pedesaan pada hari Selasa, 25 April 2017 bertempat di Wantilan Pura Bale Agung Desa Pakraman Tenaon, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Peserta yang diundang untuk mengikuti kegiatan ini berjumlah 100 orang yang merupakan perwakilan dari Prajuru Desa Pakraman, Prebekel Desa Pakraman, Kaur Desa Pakraman, Kelian Banjar, Kelian Desa, Pemangku, Sarati Banten, Majelis Alit Desa Pakraman, Penyuluh Agama Hindu dan generasi muda yang berasal dari Kabupaten Buleleng. Sesuai dengan tema yang diusung, yaitu Melalui Pembinaan Lembaga ke Daerah Pedesaan Kita Tingkatkan Peran Fungsi Lembaga Keagamaan Meningkatkan Sradha Bhakti Umat Tahun 2017, kegiatan ini jelas memiliki tujuan utama meningkatkan peran dan fungsi lembaga keagamaan yang ada di masing-masing Kabupaten/Kota Se-Bali.

Setelah selesai melaksanakan persembahyangan bersama, kegiatan Pembinaan Lembaga ke Daerah Pedesaan diawali dengan kata sambutan yang disampaikan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Buleleng. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh narasumber. Tiga orang narasumber yang hadir dalam kegiatan pembinaan ini adalah Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) dengan materi berjudul Kebijakan Kementerian Agama Dalam Membangun Kerukunan Hidup Umat Beragama, Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Gusti Ketut Mudiana, S.Ag, M.Ag) dengan materi berjudul Dharma Gita Penguatan Karakteristik Hindu Bali, dan Kepala Bidang Pendidikan Agama Hindu (Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H) dengan materi berjudul Pasraman Sebagai Pusat Pengembangan Ahlak Membangun Karakter, Moral Anak-Anak dan Generasi Muda Hindu.

Peserta Pembinaan Lembaga ke Daerah Pedesaan berharap kegiatan semacam ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya sehingga mereka dapat mengetahui perkembangan dan informasi-informasi baru yang ada di pemerintahan sekaligus bertukar pendapat dengan narasumber dan peserta lain yang hadir dalam kegiatan pembinaan ini. Kegiatan Pembinaan Lembaga ke Daerah Pedesaan ini juga sangat berguna sebagai media komunikasi antar lembaga keagamaan untuk selanjutnya dapat saling berkoordinasi secara intens. (ts)
.