BERITA

Dirjen Bimas Hindu berdharmawacana pada pujawali di pura Wira Agung Satya Bhuwana Selasa (19/2)

Sambut Pujawali Odalan ke 70, I Ketut Widnya Berikan Dharmawacana di Pura Agung Satya Bhuwana

Selasa (192), Persembahyangan pada Pujawali piodalan Pura Wira Agung Satya Bhuwana ke 70 yang bertepatan dengan Hari Suci Purnama sasih kesanga berlangung cukup hikmat. Pura yang berlokasi di Jalan Kesehatan komplek Kopasus Jakarta Pusat tersebut cukup ramai dikunjungi oleh umat hindu yang akan melalukan persembahyangan. 

I Made Aditya Wibawa selaku Ketua Panitia Piodalan mengatakan, dalam persembahyangan yang dibagi menjadi beberapa gelombang tersebut, kami mengundang beberapa tokoh agama untuk mengisi dharmawacana, seperti Dirjen Bimas Hindu, Ketua PHDI Pusat dan Ketua PHDI Provinsi DKI Jakarta.

Untuk Dharmawacana kita ada tiga narasumber pertama dari dirjen Bimas Hindu yang rencananya hari ini beliau langsung yang datang dan dari ketua phdi pusat serta ketua phdi dki jakarta Tegasnya. I Ketut Widnya selaku Dirjen Bimas Hindu turut dalam persembahyangan gelombang pertama dalam piodalan tersebut, disela-sela Pinandita membangikan tirta, Widnya mengisinya dengan memberikan dharmawacana. 

Dalam materi dharmwawacana yang disampaikan, Widnya mengatakan untuk mencapai kebahagian seseorang harus melewati beberapa beberapa jenis fase serta tingkatan dalam kehidupan ini. Ada tiga jenis kebahagiaan yaitu ada orang yang berbahagia hidup di dunia ini tetapi tidak berbahagia di akhirat, yang kedua tidak berbahagia hidup di dunia ini tetapi berbahagia hidup di daerah dan yang ketiga idealnya adalah di dunia berbahagia dan di akhiratpun berbagia Ujarnya.

Pada Piodalan Pura yang ke 70 ini tempek Salemba yang mendapat jatah untuk ngayah ( saling bergotong royong) dengan bekerjasama dengan tempek lainnya.

Kurang lebih ada sekitar 1000 umat hindu akan datang bersembahyang ke Pura Wira Agung Satya Bhuwana ini, yang terbagi menjadi beberapa gelombang. Selama Piodalan Berlangsung, Panitia juga menyediakan hiburan-hiburan untuk umat yang sudah selesai sembahyang, seperti tari-tarian dan gamelan. (Aa,Nym,Rsk)

.