BERITA

Kegiatan Simakrama Penyuluh (SAPA Penyuluh) Tahun 2019 pada Hari Sabtu, 23 Pebruari 2019 di Lapangan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Kota Denpasar

Terus Berupaya Mengedepankan Moderasi Beragama dan Menjaga Kebersamaan Umat

(Ura Hindu) Denpasar, 25 Pebruari 2019 - Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali bersama beberapa satuan kerja yang ada di Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali berhasil melaksanakan Kegiatan Simakrama Penyuluh (SAPA Penyuluh) pada hari Sabtu, 23 Pebruari 2019. Kegiatan SAPA Penyuluh Tahun 2019 menghadirkan Penyuluh Agama dari keenam agama yang diakui secara sah di Indonesia yang ada di wilayah Propinsi Bali baik yang berstatus PNS maupun Non PNS. Total seluruh Penyuluh Agama yang hadir dalam kegiatan SAPA Penyuluh kali ini adalah sebanyak 1217 orang yang memenuhi bagian barat dari Monumen Bajra Sandhi, Renon, Kota Denpasar.

Kedatangan Bapak Menteri Agama (H. Lukman Hakim Saifuddin) yang didampingi Bapak Wakil Gubernur Propinsi Bali (Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati) dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag) disambut meriah oleh seluruh Penyuluh Agama yang sejak pukul 06.00 Wita sudah berkumpul di lapangan. Setelah melaksanakan doa bersama, kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh instruktur senam yang sangat enerjik selama hampir 20 menit. Semangat menjaga kebersamaan yang terus didengungkan oleh Bapak Menteri Agama membuat senam bersama ini menjadi sangat menarik.
 
Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Ikrar Penyuluh Agama yang dinyanyikan dan diucapkan secara bersama-sama oleh seluruh Penyuluh Agama menjadi pembuka dari inti Kegiatan SAPA Penyuluh Tahun 2019. Selanjutnya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali dan Bapak Wakil Gubernur Propinsi Bali secara berurutan memberikan sambutan dihadapan seluruh Penyuluh Agama yang hadir sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan Bapak Menteri Agama untuk hadir di tengah-tengah Penyuluh Agama Propinsi Bali. 

Bapak Menteri Agama dalam sambutannya dihadapan seluruh Penyuluh Agama melalui kesempatan yang baik ini mengucapkan rasa terima kasihnya atas partisipasi dan kerja yang telah dilakukan oleh Penyuluh Agama Propinsi Bali selama ini dalam membantu Kementerian Agama memberikan pencerahan kepada umat beragama. Beliau mengingatkan seluruh Penyuluh Agama untuk selalu menjaga kesucian hati dan menjalani kehidupan ini dengan mendahulukan, mengutamakan dan seluruhnya berorientasi kepada Tuhan. Beliau juga menyampaikan sebuah cerita yang sangat inspiratif terkait pelaksanaan tugas dan fungsi Penyuluh Agama.

Pesan yang terkandung dalam cerita disampaikan oleh Bapak Menteri Agama adalah beberapa hal yang patut dihindari dalam memberikan pencerahan di bidang agama yaitu penyampaian pencerahan yang mengandung unsur caci-maki, sumpah serapah, kemurkaan, menjelek-jelekkan sesama manusia, penebaran fitnah, penyampaian berita-berita yang belum jelas kebenarannya dan termasuk di dalamnya cara penyampaian materi pencerahan yang tidak menarik. Seluruh hal tersebut secara tegas disebutkan oleh Bapak Menteri Agama harus dihindari. Jangan sampai cara menyampaikan esensi atau substansi ajaran agama justru bertolak belakang dengan pesan pokok agama itu sendiri. 

Terakhir, Bapak Menteri Agama berpesan kepada Penyuluh Agama agar terus berupaya untuk lebih mengedepankan apa yang disebut dengan moderasi beragama. Tidak perlu berlebih-lebihan dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Rangkul dan ajak mereka yang telah berlebih-lebihan dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama karena sesuatu dan lain hal tersebut untuk kembali mengamalkan ajaran agama seperti yang telah digariskan dalam kitab suci agama masing-masing. Kemajemukan dan keberagaman yang ada di Indonesia inilah yang justru membuat kita harus bersatu dan dijaga kebersamaannya.

Pelapasan burung merpati yang dilakukan oleh Bapak Menteri Agama, Bapak Wakil Gubernur Propinsi Bali dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali menjadi penanda berakhirnya Kegiatan SAPA Penyuluh Tahun 2019. (ts)
.