BERITA

Menag didampingi Dirjen Bimas Hindu dalam acara Tawur Agung Prambanan

Menag: Hari Suci Nyepi Jadikan Pengingat Agar Menjaga Toleransi Antar Umat Beragama

Yogyakarta - bertempat di kompleks candi perambanan, seluruh umat Hindu yang datang dari Provinsi Yogyakarta dan Jawa Tengah berkumpul di pelataran candi untuk melakukan persembahyangan tawur agung kesanga dalam rangkaian Hari Raya Nyepi di tahun 2019.

Upacara Tawur agung kesanga merupakan rangkaian dari hari raya nyepi yang biasanya dilaksanakan sehari sebelumnya. Rangkaian upacaranya diawali dengan mendak tirta dari dalam candi Prambanan dan diiringi oleh pawai tari-tarian, ogoh-ogoh serta gunungan. 

Menteri Agama Bapak Lukman Hakim Saifuddin yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, melalui mulat sarira akan membuat kita labih peka dengan apa yang sedang terjadi pada bangsa saat ini. Kepekaan tersebut di gaungkan secara massif dalam perayaan hari raya nyepi tahun ini dengan tema sentral melalui tapa brata penyepian kita sukseskan pemilu 2019.

Saya ikut berbangga dan terimakasih yang tidak terhingga karena umat Hindu melalui mulat sarira sangat peka dengan situasi dan kondisi bangsa yang sedang mendapat banyak ujian di tahun politik ini. kepekaan itu digaungkan secara massif dalam perayaan hari nyepi tahun ini dengan tema sentral memalui tapa brata penyepian kita sukseskan pemilu 2019. Tegasnya.

Lukman Hakim juga menambahkan bahwa hari suci nyepi ini juga sangat tepat untuk dijadikan save remember atau pengingat bagi kita semua agar lebih manjaga toleransi antar umat beragama. sesuai misi kementerian agama yaitu memperkokoh  kebersamaan umat.

Sementara itu, I Ketut Widnya selaku Dirjen Bimas Hindu dalam sesi wawancaranya mengungkapkan harapannya setelah dilaksanakannnya tawur agung kesanga ini. Widnya mengatakan dengan malaksanakan catur brata penyepian kita dapat merefleksi diri dan intervensi diri untuk mamahami siapa sebanarnya kita dan bagaimana tingkah laku kita, agar kedepannya kehidupan kita lebih baik.

Sebelum dimulainya Upacara tawur agung kesanga, berbagai tari-tarian serta drama kolosal juga dipentaskan dalam acara tersebut, serta beberapa penampilan dari penabuh gamelan. 

.