BERITA

Narasumber memberikan penjelasan pada acara sosialisasi keprotokoleran Tahun 2019 Swissbel Hotel Bali, Kamis ( 11/04).

Dirjen Bimas Hindu: Institusi Harus Mengacu Pada Rambu Keprotokolan Yang Ada

Ditjen Bimas Hindu melalui Kabbag Umum menyelenggarakan sosialisasi Keprotokolan Tahun 2019. Acara bertempat di Swissbel, Rabu (01104) diikuti oleh 36 orang yang terdiri dari provinsi Bali 10 orang, Provinsi D.I Yogyakarta 1 orang, Prov DKI Jakarta 3 Orang, Prov Jawa Tengah 1 orang, Provinsi Jawa Timur 4 orang, Provinsi Nusa Tenggara Barat 4 orang dan peserta Ditjen Bimas Hindu 15 orang.

Kasubbag Perlengkapan dan BMN Ni Made Widani sebagai ketua acara  dalam laporannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pelayanan terhadap tamu atau pihak dari luar, karena pelaksanaan sosialisasi keprotokoleran ini berkaitan dengan aturan dan acara kenegaraan yang meliputi tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan kepada seseorang sesuai jabatan atau kedudukan dalam Negara pemerintahan atau masyarakat.

Acara dibuka oleh Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya  yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan terselenggaranya kegiatan sosialisasi Keprotokolan tahun 2019 ini. Menurut I Ketut Widnya keprotokolan dalam suatu kegiatan memberikan hasil yang luar biasa bagi reputasi institusi yang sedang melaksanakan suatu kegiatan. Oleh karena itu perlu menjadi pedoman sehingga dalam satu institusi harus mengacu pada rambu-rambu keprotokolan yang ada, ungkapnya. Beliau menambahkan ketika suatu kegiatan berjalan dengan baik, akan mendapatkan reputasi yang baik pula.

Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Beni Cahyadi  (Kementerian Dalam Negeri). Dalam kesempatan ini narasumber membedah tentang Etika, sumber hukum dalam keprotokoleran yang dituangkan dalam Etika dan Citra Diri Protokol. 

Narasumber lainnya, Ibu  Chaerini (RRI) Pengembangan Kompetensi Diri Menjadi Pembawa Acara yang Baik. Dalam sesi ini Chaerini mengajak para peserta untuk ikut aktif dalam mengikuti kegiatan dengan mengajak berinteraksi secara langsung.

Yosy Wityowati ( Biro Umum) Peningkatan Tupoksi Protokol dalam Membangun Pencapaian Profesionalitas Pelayanan Prima. 
Dan yang terakhir Bapak Nyoman Artayasa (Bimas Hindu) SistemCara Pelaksanaan Keprotoleran Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. Beliau menyampaikan keprotokoleran itu sangat penting dilaksanakan dalam suatu Instansi Pemerintah khususnya Ditjen Bimas Hindu dalam melayani semua kegiatan dimana protokol itu untuk melayani Pejabat atau pun Masyarakat, tutupnya (AWWA)

.