BERITA

Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Kegiatan Orientasi Penyuluh Non PNS pada hari Kamis, 18 April 2019 sampai dengan hari Minggu, 21 April 2019 mengambil tempat di The Vasini Smart Boutique Hotel yang beralamat di Jalan WR Supratman Nomor 288 Kesiman Kertalangu Kota Denpasar

Orientasi Penyuluh Non PNS Tahun 2019

(Ura Hindu) Denpasar, 22 April 2019
Penyuluh agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam menyebarkan pengetahuan tentang agama kepada umat. Pengetahuan yang akan dibagikan kepada umat harus berdasarkan sastra agama atau buku agama yang telah mendapatkan pengesahan dari lembaga berwenang. Seluruh penyuluh agama wajib memiliki persepsi yang sama tentang materi yang akan disampaikan. Untuk itu, pada hari Kamis, 18 April 2019 sampai dengan hari Minggu, 21 April 2019 mengambil tempat di The Vasini Smart Boutique Hotel yang beralamat di Jalan WR Supratman Nomor 288 Kesiman Kertalangu Kota Denpasar, Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali melaksanakan Kegiatan Orientasi Penyuluh Non PNS. 

Kepala Bidang Urusan Agama Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi Bali (Drs. I Dewa Made Nida Udyana, M.Pd.H) dalam kata sambutan yang disampaikan pada saat acara pembukaan Kegiatan Orientasi Penyuluh Non PNS meminta kepada seluruh penyuluh Agama Hindu Non PNS yang hadir untuk secara bersama-sama menumbuhkan rasa ikut memiliki Kementerian Agama. Beliau menjelaskan bahwa Kementerian Agama merupakan institusi formal yang menjalankan misi keagamaan yang beberapa diantaranya adalah meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran agama; memantapkan kerukunan intra dan antar umat beragama; menyediakan pelayanan kehidupan beragama yang merata dan berkualitas; serta misi keagamaan lainnya sehingga visi Kementerian Agama Propinsi Bali untuk mewujudkan masyarakat Bali yang taat beragama, rukun, cerdas dan sejahtera lahir batin dalam rangka mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian berlandaskan gotong-royong dapat tercapai.

Beliau juga mengingatkan akan pentingnya keberadaan penyuluh Agama Hindu Non PNS. Perekrutan Penyuluh Agama Hindu Non PNS ini adalah untuk menambah jumlah tenaga Penyuluh Agama Hindu karena luas wilayah binaan yang harus di-cover tidak sebanding dengan jumlah tenaga Penyuluh Agama Hindu fungsional yang sudah ada sebelumnya di Kementerian Agama.
 
Narasumber lain yang dihadirkan untuk menyampaikan materi dalam kegiatan orientasi ini adalah I Nyoman Lastra, S.Pd, M.Ag dengan materi Metode dan Retorika dalam Penyuluhan Agama Hindu; Drs. I Dewa Made Nida Udyana, M.Pd.H dengan materi Tugas Pokok dan Fungsi Penyuluh Agama; Drs. Ida Bagus Mastika, M.Fil.H dengan materi Bentuk, Fungsi dan Makna Upacara; Ida Ayu Nyoman Sriudiani, S.Ag, M.Pd.H dengan materi Penyuluhan Agama Hindu dengan Metode Inovatif Melalui Seni Pertunjukan Media Sosial; Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si dengan materi Keberadaan Penyuluh Non PNS di Tengah Lembaga Keagamaan Hindu; Prof. Dr. I Nyoman Suarka, M.Hum dengan materi Penyuluhan Melalui Dharma Gita; Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA dengan materi Sejarah Agama Hindu; dan Drs. Ida Bagus Nyoman Nyana, M.Fil.H dengan materi Kiat-Kiat dalam Pelaksanaan Penyuluhan. 

Secara umum, narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan orientasi ini memberikan contoh cara berkomunikasi dengan bendesa adat yang nantinya akan mereka temui di wilayah binaan masing-masing sebelum melaksanakan penyuluhan. Penyuluh Agama Hindu non PNS dihimbau untuk memperkenalkan diri serta institusi yang diwakili (dalam hal ini Kementerian Agama) kepada umat. Narasumber berpesan kepada seluruh penyuluh Agama Hindu Non PNS untuk selalu menyampaikan hal-hal yang menyejukkan kepada umat beragama dan berharap agar mereka selalu berkontribusi, bersama-sama seiring sejalan dengan Kementerian Agama membangun karakter dan mental Bangsa Indonesia khususnya di bidang agama secara optimal.

Narasumber juga memaparkan metode dan teknis penyuluhan. Terkait dengan materi yang akan disampaikan kepada umat, Narasumber menegaskan bahwa materi tidak boleh berisi tafsir pribadi tentang agama. Pengetahuan yang akan dibagikan harus berdasarkan sastra agama atau buku agama yang telah mendapatkan pengesahan dari lembaga berwenang. Narasumber berharap seluruh penyuluh agama ikut meluruskan isu-isu miring, berita hoax dan memberi tanggapan positif terhadap kritik tajam tentang beragama di Bali yang belakangan dimunculkan di media, baik media cetak maupun elektronik. Umat Hindu harus diberikan penjelasan yang benar terkait masalah-masalah agama agar mereka memiliki pandangan dan pengetahuan yang benar. 

Sebuah fenomena dimana semangat beragama yang tinggi namun tidak disertai dengan pemahaman agama yang baik, juga harus dibenahi. Semangat belajar agama dan melaksanakan upacara keagamaan yang tinggi tentu merupakan nilai yang sangat positif. Untuk itu, Penyuluh Agama Hindu sangat diharapkan kontribusinya agar nantinya tindakan umat beragama dalam keseharian dapat mencerminkan semangat belajar agama dan megahnya upacara keagamaan yang telah dilaksanakan. (ts)
.