BERITA

Nur Kholis Setiawan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI memberikan arahan terkait penyusunan renja (31/10) Jakarta

Nur Kholis Setiawan: Afirmasi Dekonstruksi Inovasi jadikan Landasan Penyusunan Rencana Kerja

Jakarta – Di dalam pelaksanaan Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Program Bimas Hindu Tahun 2021 yang berlangsung dari tanggal 29 Oktober 2019 selama 4(empat) hari kedepan, Nur Kholis Setiawan selaku Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI hadir memenuhi undangan untuk memberi arahan terkait penyusunan Renja tersebut.

Renja yang dimaksud tentu saja sekaligus merupakan bagian dari Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Agama. Pertemuan pertama antara Kementerian Agama dengan Deputi Pendidikan dan Agama BAPENAS, sekretaris unit eselon I hadir bersama membahas Renstra Tahun 2020-2024, besaran yang ingin dicapai tiap tahun anggaran sesuai kemampuan viskal pemerintahan dalam membiayai kebutuhan kata beliau dihadapan lebih dari 120 peserta.
 
Beliau juga menambahkan Sejak awal dilantiknya Kabinet Indonesia Maju, digariskan tidak ada Visi Misi Menteri, yang ada Visi Misi Presiden dan Wakil Presiden.

Pada kesempatan itu beliau juga mempertegas penyusunan Renja harus menggunakan 3(tiga)  pendekatan, yaitu: Afirmasi, Dekonstruksi, Inovasi. Tiga hal ini ditujukan untuk menyederhanakan cara bekerja agar mengurangi kekurang cermatan dalam sisi perencanaan kedepan.

Afirmasi, berisi tentang Program Ditjen Bimas Hindu yang harus terus dilanjutkan meskipun jika nanti ada perubahan RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional). RPJMN sepertinya tak lama lagi akan diumumkan Presiden ucap beliau.

Dekonstruksi, berisi tentang program lanjutan yang sambil terus diperbaiki. Keluarga Sukinah dan Workshop Pranikah sebaiknya dibuat dan dilanjutkan untuk memerangi Stunting (kondisi seorang anak lahir dalam kondisi kurang normal). Ini penting mengingat hasil kickoff meeting antara Menteri Agama dengan Kemenko PMK (Pembangunan Manusia dan Kebudayaan) yang salah satunya membahas pembekalan utama ada pada pasangan yang siap menikah untuk mengasilkan generasi baik berikutnya.

Inovasi, berisi tentang hal yang belum ada di 5(lima) tahun terakhir yang menjadi program baru di Ditjen Bimas Hindu. Yoga misalnya, hal yang sepertinya dekat dengan Hindu yang bisa dijadikan inovasi baik workshop untuk pembekalan agar budaya luhur ini tidak sampai salah digunakan orang lain tutup beliau dalam kegiatan yang digelar di Hotel Menara Peninsula tersebut. (wa)
.