BERITA

Paguyuban Tri Hita Karana

Paguyuban “Tri Hita Karana" Memberdayakan Ekonomi Kreatif di Tengah Wabah Covid-19

Jawa Tengah - Ekonomi Kreatif ditengah wabah Covid-19 ditujukan untuk Kesejahteraan Umat  oleh kelompok pemberdayaan ekonomi umat Hindu Paguyuban Tri Hita Karana Kabupaten Tegal. Kegiatan membuat jajan pasar ini menjadi rutinitas umat Hindu setiap hari untuk mendukung ekonomi keluarga yang tergabung dalam paguyuban Tri Hita Karana (77). Demikian dikatakan ketua PHDI Kabupaten Tegal Ida Bagus Nyoman Laksana

Lebih lanjut disampaikan bahwa kegiatan umat Hindu Kabupaten Tegal di Dukuh Wringin, Slawi merupakan kreatifitas umat yang sudah turun temurun sehingga sudah sangat lazim dalam pembuatan berbagai jajanan pasar  yang dijual di masyarakat. Jajan pasar yang dibuat diantaranya  Klemet, Putri Ayu, lepet, Samir, getuk, kue lumpur, onde-onde, roti goring, risoles, dan awul-awul.

Berbagai kretifitas jajanan dibuat oleh umat Hindu dalam paguyuban Tri Hita Karana dan dipasarkan bersama di pasar Jelas Ida Bagus Nyoman Laksana.

Paguyupan Pemberdayaan Ekonomi Umat Hindu Tri Hita Karana terbentuk sejak tahun 2012, beranggotakan 12 Kepala Keluaraga yang memproduksi makanan jajan pasar. Pada tahun 2015 Bimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan alat untuk mendukung peningkatan hasil produksi dalam program Pemberdayaan Ekonomi. Sampai saat ini alat-alat tersebut masih digunakan dalam proses pembuatan jajan pasar.

Dengan kegiatan ekonomi kreatif umat Hindu Paguyuban Tri Hita Karana telah meningkatkan ekonomi keluarga yang berada dalam paguyuban tersebut, serta mendukung pendidikan anak-anak Hindu di Kabupaten Tegal dan membantu pelaksanaan kegiatan keagamaan di Pura Kabupaten Tegal dan ditengah wabah Covid-19 telah dapat berbagi untuk sesame bagi umat yang tidak mampu dengan memberikan bantuan sembako.

Harapan kedepan paguyuban Tri Hita Karana dapat meningkatkan ekonomi dan juga dapat menambah alat-alat yang lebih baik lagi sehingga dapat meningkatkan produksi.
.