BERITA

Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI saat memberikan pembinaan terhadap penyuluh Non PNS di Wantilan Pura Eka Wira Anantha Grup I Kopassus Kota Serang – Provinsi Banten

Tri Handoko: Penyuluh Agama Hindu Adalah Perpanjangan Tangan Direktorat Jenderal Bimas Hindu

Kota Serang-Banten - Penyuluh Agama Hindu mempunyai tugas melaksanakan penyuluhan agama dalam arti luas. Tidak hanya sekedar menyampaikan ajaran atau teori agama saja tetapi lebih pembinaan SDM Hindu. Baik dari sisi pendidikan, pemahaman agama nya perilaku sdm, dan juga Ekonomi SDM Hindu kedepannya. Penyuluh Agama Hindu perpanjangan tangan Direktorat Jenderal Bimas Hindu yang berhadapan langsung dengan masyarakat di daerah, ujar Tri Handoko Seto selaku Dirjen Bimbingan Masyarakat Hindu saat menjadi narasumber dalam kegiatan Orientasi Peningkatan Mutu Penyuluh Agama Hindu se Provinsi Banten di wantilan Pura Eka Wira Anantha Grup I Kopassus Kota Serang.(2908).

Penyuluh harus mampu menjadi agen of change pemikiran SDM Hindu kedepannya. sambungnya. Dalam Pembinaan kepada umat dapat dilakukan dengan metode, materi maupun media penyuluhan yang sesuai dengan segmentasinya. Misalnya penyuluh bisa membuat konten kreatif yang berkaitan dengan metode pembelajaran agama yang dikaitkan dengan budaya dalam konteks Hindu.

Pemerintah mempunyai arah kebijakan dalam hal memperkuat moderasi beragama untuk mengukuhkan toleransi, kerukunan, harmoni dan sosial antara lain  Penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam perspektif jalan tengah. Penyuluh agama Hindu jangan mudah ke kiri atau kekanan.  Pikirkan berkali kali sebelum memutuskan ke kiri maupun ke kanan.  Pastikan langkah yang kita ambil sudah melalui literasi yang baik. Ujar Dirjen. Tujuannya adalah untuk memantapkan persaudaraan dan kebersamaan di kalangan umat beragama. Yang kedua Penguatan harmoni dan kerukunan umat beragama. 

Ketiga Penyelarasan relasi agama dan budaya. kita masih lemah literasi terhadap budaya yang kaitannya dengan agama, Kata Dirjen. Agama Hindu yang kental dengan budaya, seringkali menjadi masalah. contohnya di daerah daerah tertentu melakukan sebuah ritual keagamaan, karena masyarakat tidak tahu itu ritual keagamaan maka kemudian dibubarkan. Dirjen menekankan kepada para penyuluh agama Hindu mempunyai tugas untuk mengenali ritual agama, relasi agama dan budaya dan harus bisa menjelaskan kepada masyarakat tentang ritual agama Hindu. Ini tugas yang sangat penting dan juga berat bagi penyuluh agama Hindu. 

Kemudian keempat, Peningkatan kualitas pelayanan kehidupan beragama dan arah kebijakan yang terakhir adalah Pengembangan ekonomi umat dan sumber daya keagamaan. Kebijakan yang terakhir ini tidak boleh lepas dari kerangka pikir kita semua. penyuluh agama Hindu sebagai garda terdepan, perpanjangan tangan direktorat jenderal bimas Hindu di daerah yang langsung terjun di masyarakat harus mampu menjalin sebuah network dengan para pelaku ekonomi untuk bekerja sama membantu menjalankan tugas kepenyuluhannya.

Kegiatan pembinaan penyuluh ini harus sering dilakukan kemudian di evaluasi sekarang seperti apa,  di bina hasilnya gimana, kemudian bagaimana umat binaannya jadi harus ada pengukuran yang mendetail bukan hanya berapa kali pembinaan kepada umat tegas Tri Handoko alumni Meteorology Department of Kyoto University, Kyoto-Jepang.

Untuk mewujudkan sebuah visi, kementerian agama memiliki misi yaitu Meningkatkan kualitas kesalehan umat beragama, kedua Memperkuat moderasi beragama dan kerukunan umat beragama, ketiga Meningkatkan layanan keagamaan yang adil, mudah dan merata. Keempat Meningkatkan layanan pendidikan yang merata dan bermutu. 

Kemudian Meningkatkan produktivitas dan daya saing pendidikan. Maksudnya adalah pendidikan keagamaan harus mampu menghasil kan output lulusan yang mempunyai daya saing. Pasraman Hindu selain mengajarkan teori agama Hindu tetapi juga harus mampu mengajarkan nilai nilai agama Hindu yang membanggakan anak didik itu dulu yang penting. Tanamkan kebanggaan terhadap nilai nilai agama Hindu. 

Misi yang terakhir yaitu memantapkan tatakelola kepemerintahan yang baik. tata kelola disini jangan dipikir hanya untuk birokrat. Tetapi lembaga agama dan keagamaan juga harus mempunyai tatakelola organisasi yang baik. kami memberikan bantuan kepada rumah ibadah, laporan pertanggungjawaban pemakaian dana bantuan itu juga harus jelas dan tepat waktu ucap dirjen memberikan contoh. Harapannya penyuluh harus mengetahui tentang cara penyusunan laporan pertatnggungjawaban bantuan tersebut.

Tantangan dalam pembinaan umat Hindu kedepan antara lain sebaran umat yang sangat luas sampai ke wilayah terpencil. Kemudian Kualitas umat yang rendah baik pada pemahaman dan pengamalan agama, kualitas SDM, juga ekonomi. Kualitas dan daya saing lembaga Pendidikan juga masih rendah, Kerukunan umat beragama di Indonesia yang masih harus ditingkatkan. Peran keluarga yg belum optimal. Kita mempunyai masalah besar Dalam pembinaan umat Hindu yaitu bagaimana memantapkan Pembinaan Umat Hindu di Seluruh Nusantara untuk Memperkuat Moderasi Beragama yang Berkualitas  tidak cukup moderasi beragama saja, tetapi yang perlu ditekankan dalm hal ini moderasi beragama yang berkualitas.ujar mantan kepala BPPT ini. 

Kualitas disini mengedepankan pemahaman umat terhadap teori dan nilai nilai dalam agama Hindu. Melakukan penyuluhan jangan menggunakan cara cara yang linier gunakanlah metode yang kekinian agar mudah di mengerti oleh umat, kalo cara linier itu sudah ketinggalan jaman.tegasnya. Penyuluhan Agama Hindu di era revolusi industri 4.0 ini harus mempunyai kreatifitas yang tinggi, tidak gagap teknologi, menarik dalam memberikan penyuluhan, mempunyai literasi yang terbarukan, dan yang terpenting adalah penyuluh diharapkan mempunyai jaringan.bangunlah jaringan dengan stakeholders sehingga mereka mau membantu meningkatkan ekonomi umat dan membangun masa depan SDM Hindu.

Perlu diketahui kegiatan ini diselenggarakan oleh Bimbingan Masyarakat Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Banten. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini merupakan para Penyuluh Agama Hindu Non PNS sejumlah lima puluh (50) orang.
.