BERITA

Menag saat pembukaan penganugrahan lomba film pendek

Menag: Vasudhaiva Kutumbaka, Pemuda Hindu Harus Bersatu dan Bangkit

Jakarta (Kemenag) --- Menteri Agama mengajak pemuda Hindu untuk memperteguh persatuan dan juga bangkit. Ajakan ini disampaikan Menag saat memberi sambutan pada pengumuman pemenang Lomba Film Pendek dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. 

Kompetisi ini digelar oleh Persatuan Pemuda Hindu (Peradah) dan Kesatuan Mahasiswa Hindu (KMHDI) bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu. Ajang perdana ini ini mengangkat Pemuda Hindu, Bangkit, Bersatu, dan Berkarya. Total ada 198 film yang terdaftar oleh panitia, ikut ambil bagian dalam kompetisi ini.

Menurut Menag, Peringatan Sumpah Pemuda ke-92, yang mengambil tema Bersatu Bangkit ini menyiratkan makna bahwa pemuda Indonesia harus tetap bersatu, sekalipun dalam keragaman. Umat boleh berbeda, namun persatuan harus tetap dipelihara. Dalam ajaran agama Hindu, ada kalimat popular yang berbunyi Vasudhaiva Kutumbaka yang artinya kita bersaudara tanpa membedakan agama, suku, bahasa, bangsa, budaya, tradisi, dan warna kulit. 

Vasudhaiva Kutumbaka, pemuda Hindu harus bersatu dan bangkit, pesan Menag di Jakarta, Rabu (2810). 

Pemuda indonesia harus bangkit dan menjadi motor utama melawan segala tantangan yang muncul, utamanya tantangan kebhinnekaan. Jika hal tersebut tidak dikelola secara baik akan menjadi sumber perpecahan, sambungnya.

Di tengah pandemi Covid-19, lanjut Menag, masyarakat, khususnya para pemuda,  dituntut untuk saling bergandengan tangan, saling menguatkan, dan saling mendukung dalam menghadapi masalah bangsa. Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan wujud upaya menumbuhkan peran pemuda sesuai dengan konteks zamannya. 

Sejarah telah membuktikan bahwa pemuda Indonesia senantiasa siap menghadapi tantangan masa depan. Generasi muda harus terus adaptif dengan perubahan, namun  bijak dengan tetap menjunjung nilai-nilai agama dan moral Pancasila, tandasnya.

Hadir dalam pengumuman pemenang lomba ini, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Wisnu Bawa Tenaya, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu, Lembaga Keagamaan Hindu, Ormas Keagamaan Hindu, serta para pembimas, penyuluh, guru, dan jajaran Ditjen Bimas Hindu.
.