BERITA

Dirjen Bimas Hindu bertemu dengan Gubernur Jawa Timur

Kunjungan Kerja Dirjen Bimas Hindu Di Provinsi Jawa Timur

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama R.I. didampinggi oleh Direktur Urusan Agama Hindu serta Kasubdit Pendidikan Menengah  melakukan Kunjungan Kerja ke Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk  program kerja dari Dr. Tri Handoko Seto, S.Si., M.Sc. selaku Dirjen Bimas Hindu. Tujuan dari dari kegiatan ini selain untuk lebih dekat dengan umat juga berkoordinasi dengan Kepala Daerah. 

Kunjungan kerja dimulai dari Kabupaten Banyuwangi, yang merupakan kantong umat Hindu di Provinsi Jawa Timur. Tri Handoko Seto mengawali dengan mengunjungi tokoh umat yang sangat berjasa  terhadap perkembangan umat di Banyuwangi yaitu Bapak I Ketut Sidra. Meskipun dalam kondisi  yang kurang sehat, tokoh umat ini tetap punya semangat yang tinggi dan kepedulian terhadap perkembangan umat (2910).

Kegiatan kunjungan dilanjutkan dengan pertemua umat Hindu yang berada di Pura Giri Salaka Alas Purwo. Dirjen Bimas Hindu dalam kunjugan ini didampinggi Pembimbing Masyarakat Hindu (Pembimas) Hindu Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) provinsi Jawa Timur, Ketua Parisada Hindu Dharma (PHDI) Kabupaten Banyuwangi,   serta tokoh umat Kabupaten  Banyuwangi. Pembinaan umat ini juga diisi dengan kegiatan diskusi dengan umat, sehingga Tri Handoko Seto dapat mengetahui permasalahan umat yang ada di daerah.

Sunguh berharap agar tata cara beragama Hindu di Banyuwangi semakin baik, berjuang dan bergerak jangan pernah lelah. Orang-orang melihat Alas Purwo merupakan pusat perkembangan Hindu nusantara, saya menitipkan umat yang ada di alas purwo kepada tokoh umat. Saya sudah melakukan koordinasi dengan Ketua STAHN Mpu Kuturan untuk datang ke Banyuwangi , KKN dan kajian  budaya di Banyuwangi. Sepererti apa sejarah Hindunya Banyuwangi, budayannya seperti apa, kemudian memasukan hasil kajian itu disetiap gerak pembangunan di Banyuwangi,  Ujar Seto.

Kunjungan hari pertama di Kabupaten Banyuwangi diakhiri dengan pertemuan  Dirjen Bimas Hindu dengan Bupati  Banyuwangi  di Pendopo Sabha Swagata. Rombongan Dirjen Bimas Hindu diterima baik oleh Bupati beserta jajarannya meskipun dalam keadaan libur cuti bersama.

Untuk melaksanakan reformasi dengan baik di Unit Kerja Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Hindu, saya berusaha meneladani apa yang Bapak Bupati lakukan. Sangat mungkin di awal-awal menimbulkan gejolak, yang biasa PNS nya santai, kemudia mendapatkan Program yang begitu banyak. Kita belajar banyak dari itu, kami selaku pimpinan umat Hindu di Indonesia, khusnya Banyuwangi, ingin menitipkan umat. Saya selalu memotivasi Hindu agar mampu memberikan kontribusi positif bagi daerahnya masing-masing. Harapannya teman-teman Hindu memberikan ruh budaya yang berbalut tradisi Banyuwangi. Hal ini yang cukup menonjol dimiliki oleh umat Hindu yang jumlahnya tidak banyak, namun yang letaknya didaerah wisata. Berharap mudah-mudahan Pemimpin Bayuwangi berikutnya  juga terus menjalankan inovasi yang tidak lemah setelah bapak Anas tinggalkan. Sehingga Umat Hindu akan memberikan Ruh Budaya disetiap daerah, ungkap Tri Handoko Seto dalam pidatonya di depan Bupati Banyuwangi.

Kunjugan kerja hari kedua dilanjutkan ke Utama Widya Pasraman (UWP) Ganesa Parwati, yang berada di Jl. Raya Grajagan, Karetan, Kecamatan Purwoharjo Kabupaten Banyuwangi. UWP Ganesa Parwati ini merupakan satu-satunya Pasraman Formal di Jawa yang setingkat SMA. Pada kesempatan kunjungan ini, Dirjen Bimas Hindu bertemu langsung dengan Tenaga Pendidik dan Kependidikan serta pengurus Yayasan. Dalam pertemuan ini, dibuka sesi diskusi, sehingga Tri Handoko Seto bisa mengetahui kendala dan masalah yang dihadapi UWP Ganesa Parwati. Dirjen Bimas Hindu, mengingikan UWP Ganesa Parwati di negerikan, hal in disambut baik oleh semua pihak dari Ganesa Parwati (3010).

Saya sangat mengapresiasi  UPW Ganesa Parwati pasraman Formal yang banyak dibincangkan. Merupakan kebagaan untuk masyarakat Banyuwangi. Pengembangan UWP Ganesa Parwati harus banyak melibatkan stakeholder.  Bila UWP Ganesa Parwati  menjadi negeri tentu lebih leluasa secara anggaran, ujar Seto.

Dirjen Bimas Hindu juga melakukan  kunjugan ke pura yang ada didaerah Banyuwangi antara lain pura  Antaboga, pura Giri Mulya, pura Girinatha, pura Agung Blambangan, pura Bukit Amerta dan  pura Tawang Alun. Disana Dirjen Bimas Hindu  mendengarkan langsung masukan  dan apa yang menjadi kebutuhan umat guna melaksanakan program Ditjen Bimas Hindu lebih baik lagi. 

Kabupaten Jember merupakan lokasi kunjugan berikutnya setelah kabupaten Banyuwangi. Dirjen Bimas Hindu beserta rombongan disambut baik oleh tokoh agama dan tokoh masyarakat.  Ini merupakan kunjugan Dirjen Bimas Hindu yang pertama kali di Kabupaten Jember. Kegiatan diisi dengan diskusi antara uamt dengan Dirjen Bimas Hindu. Tak lupa Tri Handoko Seto juga menekankan pentingnya penguatan Badan Dana Dharma Nasional oleh umat Hindu dimanapun berada (111). 
Mengharapkan agar umat kita yang sedikit ini bisa memberikan kontribusi dimana kita tinggal. Tantangan besarnya adalah, bagaiman Jember ini diwarnai Hindu dalam pebangunan di daerah terutama wisata. Anak-anak muda untuk bertahan tidak hanya cukup paham saja, namun banga dengan Hindu. Maksud kedatangan untuk mendapatkan informasi permasalahan yang ada di Jember, tutur Dirjen Bimas Hindu dalam pembinaannya.

Kunjugan kerja dilanjutkan ke  Kabupaten Probolinggo untuk bertemu dengan umat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. Permasalahan yang ada di Kabupaten Porbalinggo salah saunya adalah bangunan tempat ibadah yang seadanya, dikarena   dibangun secara swadaya umat. Keterbatasan SMD juga menjadi kendala  di Kabupaten Probolinggo. Jumlah penyuluh yang terbatas juga menjadi salah satu kendala  dalam pembinaan umat (111).

Kedepam kita harus mendesain, bagaiman Hindu bisa memberikan kontribusi pembangunan wisata di Probolinggo. Tenger harus menjadi salah satu pusat pembinaan Hindu di tanah Jawa. Pembinaan di Tenger harus secara masif. Bukan hanya oleh Tokoh Agama saja, pembinaan juga dilakukan oleh Penyuluh. Penyuluh mempunyai kewajiban membina umat, wajib mempunyai kelompok binaan dan melakukan pembinaan minimal satu kali seminggu, ucap Seto saat melakukan pembinaan di Probolinggo.

Kabupaten Pasuruan merupakan lokasi kunjugan berikutnya. Kunjungan di Pasuruan diawali dengan koordinasi antara Rombongan Dirjen Bimas Hindu dengan Bupati Kabupaten Pasuruan. Dirjen Bimas Hindu menitipkan umat Hindu supaya mendapat perhatian oleh pemerintah daerah. Permasalahan umat yang terkait dengan Pemerintah daerah juga disampaikan, yaitu kekurangan Guru Agama Hindu di Kabupaten Pasuruhan. Bupati Pasuruan menyambut baik dan memberikan angina segar terkait kekurangan Guru Agama Hindu (211).

Dirjen Bimas Hindu juga mengunjungi umat yang ada di kota Surabaya untuk pembinaan. Kegiatan diisi dengan diskusi terkait masalah dan kendala yang dihadapi umat. PHDI Kota Surabaya, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat juga hadir dalam kesempatan ini. Tri Handoko Seto mendengarkan masukan dari umat, supaya kedepan pembinaan umat dapat berjalan lebih baik. Kebutuhan umat dapat dimasukkan dalam program Ditjen Bimas Hindu ke depan.

Gubernur Jawa Timur menerima rombongan dari Dirjen Bimas Hindu di Gedung Grahadi. Ikut hadir Ketua PHDI Provinsi Jawa Timur, Ketua Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Jawa Timur pada pertemuan kali ini. Dirjen Bimas Hindu menitipkan umat Hindu yang ada di Jawa Timur. Disamaikan juga oleh Tri Handoko Seto terkait rencana penegerian UWP Ganesa Parwati, dan mohon dukungan dari Gubernur. Kebutuhan tenaga pendidik agama Hindu  juga mejadi pokok bahasan yang disampaikan ke Gubernur untuk dapat di buka formasi Tenagan Pendidik (311).

Kunjungan kerja yang terakhir adalah ke Kabupaten Sidoarjo, disana rombongan Dirjen Bimas Hindu yang terdiri dari Pembimas Hindu Kanwil Kemang Provinsi Jawa Timur, PHDI Kabupaten Sidoarjo, WHDI Kabupten Sidoarjo. Ikut juga hadir mendampinggi Pj. Bupati Kabupaten Sidoarjo adalah FKUB. 

Tujuan  utama mentipkan umat hindu kepada kepala daerah. Dengan harapan bisa lebih meningkatkan kualiats SDM dan dijaga kerukunan umat beragamanya. Saya berkonsentrasi  untuk meningkatkan SDM. Karena SDM Hindu di Jawa Timur yang dipelosok, masih banyak yang berada dibawah rata-rata nasional. Sehingga perlu mendapatkan perhartian khusus, apa yang bisa Direktorat Jenderal Bimas Hindu lakukan, akan dilakukan. Apa yang tidak bisa kita lakukan, kita mohonkan kepada Pemerintah Daerah. Saya juga mendapatkan masukan banyak dari Bupati terkait anggaran untuk pemberdayaan umat. Saya melihat Sidoarjo ini adalah kabupaten yang memiliki reputasi yang sangat baik. Dalam perekonomian maupun penanganan covid. Sidoarjo mempunyai tiga Pura. Harapannya umat Hindu tidak menjadi beban daerah. Sehingga perlu kita kolaborasikan dengan Pemerintah Daerah untuk meningkatkan kualitas SDM Hindu, ungkap Tri Handoko Seto (411).

Dirjen Bimas Hindu beserta rombongan juga berkunjung ke Pura Jala Sidhi Amerta, untuk memberikan pembinaan dan diskusi langsung dengan umat yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Masing-masing perwakilan lembaga, mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam bidang keuamatan. Selain memberikan Pembinaan, Tri Handoko Seto juga  mendengarkan langsung apa saja kebutuhan  umat didaerah, yang bisa menjadi bahan untuk program kerja Ditjen Bimas Hindu ke depan. 
.