BERITA

ART MISSION & INTERFAITH DIALOGUE KE BELGIA

Belgia (DBH) Gemuruh tepuk tangan dan Standing Ovation lebih dari lima menit diberikan penonton yang hadir di gedung pertunjukan BOZAR Brussel Belgia atas penampilan menawan Kecak Ramayana dari tim kesenianUNHI Denpasar yang mewakili Indonesia dalam kegiatanArt Mission and Interfaith Dialogue. Kegiatan pertukaran misi kesenian ini merupakan implementasi dari dialog kerukunan yang digagas sejak tahun 2011 oleh Sekjen Kementerian Agama RI, Bahrul Hayat dan Dirjen Bimas Hindu, Prof. Yudha Triguna serta undangan resmi dari Duta Besar RI di Brussel. Pengiriman misi kesenian tersebut sudah yang kedua kalinya dilakukan. Sebelumnya pada tahun 2012 yang lalu Indonesia melalui Ditjen Bimas Hindu juga melaksanakan pengiriman Art Mission and Interfaith Dialogue ke Berlin, Brussel dan Leiden bersamaan dengan prosesi melaspas Pura di Berlin. Sementara itu di tahun yang sama dari pihak Uni Eropa juga telah melakukan kunjungan balasan ke Indonesia dengan daerah tujuan Jawa Tengah, Yogyakarta dan Bali guna melihat langsung kerukunan hidup umat beragama di beberapa wilayah tersebut. Untuk tahun 2013 mereka juga telah melakukan Interfaith Dialogue di IHDN Denpasar dan Kanwil Kementerian Agama Prov. Bali.

Seperti misi kesenian sebelumnya, pada tahun 2013 ini Ditjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI menggandeng Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar sebagai pelaksana program misi kesenian karena UNHI memiliki Fakultas Seni dan Agama Hindu. Tim yang terdiri 40 orang penari dipimpin langsung oleh Dirjen Bimas Hindu Kementerian Agama RI, Prof. Dr. IBG. Yudha Triguna dengan didampingi Staf Khusus Menteri Agama, Drs. Budi Setyawan, M.Si bertolak ke Belgia pada tanggal 17 September 2013 dari Bandara Ngurah Rai Bali dan kembali ke tanah air 26 September 2013. Selama berada di Brussel agenda padat telah menanti. Tiba pagi hari di Amsterdam tim langsung menuju ke Brussel dengan perjalanan darat. Sore harinya dilaksanakan sesi latihan hingga malam hari. Hari kedua tim melakukan gladi bersih dan set up panggung di Centre for Fine Arts(BOZAR) yang dilanjutkan dengan pementasan di malam harinya. Gedung pertunjukan BOZAR merupakan salah satu gedung pertunjukan terbesar di Eropa. Gedung yang terdiri dari beberapa stage ini sejak tahun lalu sudah mengumumkan melalui media cetaknya agenda acara Kecak Ramayana dari Indonesia. Makanya tak heran lebih dari lima ratus an penonton memadati salah satu stage di BOZAR. Pementasan Kecak yang mengambil cerita Ramayana berlangsung selama satu setengah jam didahului dengan pengenalan seni Kecak oleh Prof. Dibia. Pertunjukan berlangsung meriah dan lancar meskipun rombongan masih didera kelelahan dan jet lag. Duta Besar RI untuk Belgia, Oegroseno Havast yang hadir saat itu di akhir acara memberikan bunga ke Dirjen Bimas Hindu, Prof. Yudha Triguna dan Purek 2 UNHI Agung Sadiartha sebagai ucapan terima kasih dan penghargaan karena sudah memenuhi undangan darinya.

Keesokan harinya rombongan melakukan tirthayatra di Pura Santi Bhuwana Belgia di Parc Pairi Daiza. Dalam kesempatan tersebut rombongan sudah ditunggu sekitar 200an umat Hindu dari Perancis, Belgia, Belanda dan Jerman. Dalam kesempatan itu Dirjen Bimas Hindu, Prof. Yudha Triguna didaulat memberikan pembinaan sekaligus dharmawacana.

Agenda selanjutnya, rombongan akan melakukan pementasan yang dilaksanakan dalam rangka Resepsi Diplomatik peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 68 yang dihadiri oleh 500-an tamu undangan diantaranya 44 Duta Besar negara sahabat. Pada kesempatan itu tim kesenian menampilkan beberapa tarian Bali dan Kecak yang mendapat sambutan hangat dari tamu undangan.

Selanjutnya masih dalam rangkaian lawatan kali ini pula, Dirjen Bimas Hindu juga menghadiri dan menjadi saksi dalam rangka penandatangananMOU antara Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar dan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Tampung Penyang Palangkaraya dengan Hermann Wesselink College yang berkedudukan di Amstelveen Holland. Dalam MOU ini dua perguruan tinggi Hindu akan menjalin kerja sama pendidikan dan riset di bidang seni keagamaan Hindu. Perlu diketahui bahwa di Hermann Wesselink College diselenggarakan kegiatan ekstrakurikuler seni keagamaan Hindu. Setelah menjalani berbagai agenda yang padat, rombongan bertolak kembali ke tanah air pada tanggal 26 September 2013. (RA)

.