BERITA

Virtual dalam menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 dan Pujawali XXIII Pura Tri Bhuana Agung depok

Nyepi Kontribusi Untuk Negeri Dalam Melandaikan Pandemi

Nyepi Melandaikan Pandemi hal itu di sampaikan oleh Dirjen Bimas Hindu saat menjadi keynote speaker dalam acara menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1943 dan Pujawali XXIII Pura Tri Bhuana Agung Depok yang mengambil tema Menggali makna hari suci Nyepi dan Pujawali dalam Suasana Pandemi Covid-19.

Tri Handoko Seto mengingatkan bahwa pandemi tidak satu kali ini saja terjadi, bahkan pandemi sudah ada sejak dulu seperti yang tertuang dalam lontar Widhi Sastra Roga Sangara Bumi Dewata meninggalkan dunia tengah, pulang ke surga mahameru,diganti oleh bhuta, manusia di dunia dirasuki butha, penyakit menular, mewabah tiada terhentikan ,tidak terperi derita manusia,menggigil panas, kehilangan kesadaran dilanda cemas, banyak korban meninggal, desa pesisir ketiban penyakit, mantra pengobat punah, pandhita bingung, weda mantra kehilangan esensi

Perspektif Hindu terhadap pandemi memiliki dasar keyakinan Panca Srada, yang pertama adalah percaya kepada Brahman berarti kita harus percaya kepada hukum-hukum Brahman yang di sebut adalah Rta ada Utpeti, Stiti, Pralina yang artinya kita lahir, hidup, mati  bisa kapan saja. jelasnya.

Dalam pemaparanya Dirjen Bimas Hindu yang sering di panggil mas Tri Handoko menegaskan bahwa pandemi adalah hukum alam, peristiwa alam yang harus kita terima, ibarat laut ada pasang ada surut ketika ombak datang kita tetap tenang dan ketika ombak tenang kita mulai berlayar lagi.

Dirjen Bimas Hindu  juga Menyampaikan salah satu sloka suci Manawa Dharma Sastra, 1.09 yang isinya :Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersihkan dengan kejujuran, Rohatman dibersihkan dengan ilmu dan tapa, sedangkan akal di bersihkan dengan kebijaksanaan. 

Artinya kita sebagai manusia harus bisa memahami siklus bencana, siklus wabah, siklus pandemi jika itu dikaitkan dengan situasi seperti ini, maka bagimana kita bisa menjalankan Nyepi di tengah pandemi covid-19 ini.

.