BERITA

Sambutan Presiden Joko Widodo pada Dharma Santi Nasional di Yogyakarta

Jokowi: Nyepi Ajang Mulat Sarira Untuk Vibrasi Positif Bagi Kehidupan Baru


DIY, 27 Maret 2021 - Presiden Joko Widodo ajak umat Hindu diseluruh tanah air menjadikan peringatan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1943 sebagai momentum untuk instropeksi atau mulat sarira. Hal tersebut disampaikan presiden Joko Widodo dalam pidato Perayaan Dharma Santi Hari Suci Nyepi Tahun Baru saka 1943 yang diselenggarakan secara daring via zoom Sabtu (273) sore. 

Presiden menekankan betapa pentingnya mulat sarira atau instropeksi memberikan vibrasi positif bagi kehidupan baru pasca pandemi covid 19. Saya mengajak umat hindu diseluruh tanah air menjadikan peringatan nyepi tahun ini sebagai momentum untuk instropeksi, mulat sarira menata kembali sikap dan perilaku kita dalam menjaga keharmonisan dengan alam dengan sesama dan dengan sang pencipta sehingga pergantian tahun baru saka ini akan bisa memberikan vibrasi positif bagi kehidupan kita yang baru untuk selalu memayu ayuning bawono sebagai gargita untuk bersama mewujudkan keharmonisan, kedamaian dan jagadhita kata Presiden Joko Widodo. 

Selain itu Presiden Joko Widodo juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat Hindu di Indonesia yang telah melaksanakan seluruh rangkaian hari raya suci nyepi dengan tetap menerapkan prokol kesehatan. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada umat Hindu yang telah menjalankan rangkaian hari suci nyepi tahun ini dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Hal ini sesuai dengan nilai-nilai nyepi yang menuntun umat hindu melaksanakan catur brata penyepian kata jokowi mengawali sambutannya. Seperti yang diketahui, rangkaian hari suci nyepi yang tahun ini puncaknya dilaksanakan pada tanggal 14 maret 2021 didahului dengan rangkaian melasti dan tawur agung kesanga. 

Sebelum pandemi covid 19, upacara melasti dan tawur agung kesanga yang identic dengan mengarak ogoh-ogoh berlangsung dengan melibatkan banyak orang. Namun untuk tahun ini dilakukan secara sederhana dan hanya melibatkan jumlah umat yang terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. 

Pelaksanaan Dharma Santi Nyepi Tahun Baru Caka 1943 Tahun 2021 juga sedikit berbeda dengan pelaksanaan Dharma Santi Nyepi Nasional beberapa tahun terakhir. Dharma Santi merupakan ajang pertemuan atau silahturahmi untuk dapat saling memaafkan tahun ini berlangsung secara daring via zoom yang diikuti oleh Presiden, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pusat, Wakil Gubernur DIY dan 1000 perwakilan umat Hindu dari seluruh Indonesia dan disiarkan secara langsung melalui channel youtube Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat (DIRJEN BIMAS) Hindu. 

.