BERITA

Pembukaan Rapat Kerja Pejabat Pusat Daerah dan PTKHN Ditjrn Bimas Hindu

Buka Raker Ditjen Bimas Hindu Tri Handoko Seto : Pemimpin harus punya Agility

Saya sungguh berharap unit kerja kita ini bisa lincah, bisa agile, bisa lentur, fleksibel dalam mencapai tujuan kita, lentur dalam cara tetapi mempunyai visi yang tegas dan jelas untuk kita bisa capai bersama demikian harapan yang disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag RI, Tri Handoko Seto saat membuka Rapat Kerja Pejabat Pusat, Daerah dan PTKHN Ditjen Bimas Hindu di Auditorium HM. Rasjidi Gedung Kementerian Agama RI, Selasa Pagi (2704). 

Mengutip kata-kata dari pimpinan Kompas Gramedia Grup Jacob Oetama, Tri Handoko mengharapkan para pemimpin atau pejabat di lingkungan Ditjen Bimas Hindu harus fleksibel namun tegas. Dirjen Bimas Hindu mengingatkan agar para pimpinan atau pejabat tidak sampai salah dalam meramu kata-kata fleksibel dan tegas. Jacob Oetama menyatakan bahwa tegas dan jelaslah dalam berprinsip namun fleksibel atau lenturlah dalam cara untuk mencapainya. Tidak boleh dibalik, prinsipnya fleksibel berubah-ubah tapi caranya kaku, ini tidak akan tercapai tujuan kita bersama. Jadi saya ingatkan teman-teman bahwa kita memiliki visi bersama, memiliki prinsip harus tegas dan jelas  namun cara mencapainya kita harus lentur harus fleksibel  itulah makna agile yang ada dalam VUCA-nya Bon Johansen dalam buku Leaders Make the Future: Ten New Leadership Skills for Uncertain Worldleadership, kata Tri Handoko Seto. 

Rapat Kerja Pejabat Pusat, Daerah dan PTKHN Ditjen Bimas Hindu yang berlangsung selama 3 hari diharapkan menghasilkan gagasan besar, kesepakatan besar yang akan menjadi panduan bersama dalam membangun umat Hindu dan membangun bangsa Indonesia. Selain untuk mempercepat realisasi program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kemenag RI, Rapat dengan tema Kolaborasi dan Sinergi Menuju Percepatan Transformasi Layanan juga diharapkan mulai memikirkan apa-apa yang kita lakukan di tahun 2022 mendatang. 

Karena masih dalam kondisi pandemi covid 19, Rapat Kerja dilaksanakan secara daring dan dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Secara daring, rapat diikuti oleh para pembimas dan kepala bidang urusan agama Hindu dari Kantor Kementerian Agama Seluruh Indonesia dan para pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN). Rapat dijadwalkan membahas akselerasi layanan Ditjen Bimas Hindu, peningkatan mutu dan tata kelola Pendidikan Hindu dan peningkatan mutu dan penyelenggaraan program studi pada perguruan tinggi. 

.