BERITA

Penandatanganan Kerjasama Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan dan Pelayanan Kesehatan Bagi calon Pengantin

Ditjen Bimas Hindu Dukung Optimalisasi Program Bimbingan Perkawinan Dan Pelayanan Kesehatan Bagi Calon Pengantin

Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Hindu Kementerian Agama RI dan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Kamis Siang (2904) melakukan penandatanganan kerjasama tentang Pelaksanaan Bimbingan Perkawinan dan Pelayanan Kesehatan Bagi calon Pengantin di Hotel Westin Jakarta. 

Penandatangan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman tiga kementerianlembaga yaitu Kementerian Agama RI, Kementerian Kesehatan RI dan BKKBN. Selain dengan Dirjen Bimas Hindu, penandatangan kerjasama juga dilakukan antara Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI dengan Dirjen Bimas Kristen, Khatolik, Budha dan Kepala Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu. 

Menurut PLT Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Kartini Rustandi penandatangan kerjasama ini bertujuan untuk memberikan komitmen bersama dalam upaya optimalisasi program bimbingan perkawinan dan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin. Kartini Rustandi merinci dalam upaya peningkatan kualitas generasi penerus bangsa, status kesehatan calon ayah dan ibu harus ditingkatkan bukan hanya setelah terjadinya kehamilan tetapi harus ditarik ke hulu lagi yaitu sejak masa remaja, dewasa muda atau calon pengantin baik wanita dan pria. salah satu intervensi yang perlu dilakukan yaitu bimbingan perkawinan dan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan agar siap secara fisik dan mental dalam mengarungi rumah tangga dan menghasilkan generasi yang berkualitas.

Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan Indonesia saat ini masih mengalami beberapa masalah kesehatan terutamanya terkait dengan ibu dan anak. Masalah-masalah tersebut diantaranya; 1 dari 4 anak yang lahir mengalami stunting, 1 dari 9 anak mengalami obesitas atau kegendutan, 30 persen anak mengalami kurang darah atau anemia dan yang paling utama adalah meningkatnya angka pernikahan dini atau pernikahan anak. Saat ini Indonesia menduduki rangking 2 di ASEAN angka kasus pernikahan dini.Tahun 2019 yang minta dispensasi pernikahan dini sebanyak 23.700 permintaan, dan tahun 2020 yang minta dispensasi naik menjadi 43.000 atau meningkat hampir 10.000 permintaan dimana hampir 97 persen diizinkan untuk melakukan pernikahan dini.  

Sepengetahuan saya setiap agama memberikan bimbingan sebelum menikah. Alangkah baiknya selain bimbingan keagamaan kita juga memberikan informasi bagaimana mereka harus menjadi seorang ibu yang sehat, seorang ayah yang sehat membentuk keluarga yang sehat. Peran ini sangat besar sekali perannya ditempat bapak dan ibu kami sangat mengharapkan dukungan bapak dan ibu, Kata Kartini Rustandi. 

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu, Tri Handoko Seto menyambut dengan sangat baik dan mendukung kerjasama Ditjen Bimas Hindu dengan Ditjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan. Tri Handoko menyatakan komitmennya untuk bersama-sama mengupayakan secara optimal pembinaan kesehatan pada pembinaan Keluarga Sukinah yang menjadi salah satu program di Ditjen Bimas Hindu. 

Pembinaan keluarga sukinah memperhatikan dengan sungguh-sungguh faktor kesehatan keluarga. Apalagi faktanya sampai saat ini angka kematian ibu melahirkan sangat tinggi, bayi stunting maupun bayi obesitas tinggi. Pembinaan pranikah menjadi urgent untuk dilakukan. Agar para ibu siap merencanakan kelahiran dan menjaga kesehatan keluarga Tegas Tri Handoko Seto. 
Menindaklanjuti penandatangan kerjasama, dalam dua minggu kedepan, Dirjen Kesehatan Masyarakat bersama Ditjen Bimbingan Masyarakat  Hindu, Kristen, Khatolik, Budha dan Pusat Bimbingan dan Pendidikan Konghucu melaksanakan sosialisasi ditingkat pusat. Selain penandatangan kerjasama, pada kesempatan tersebut Dirjen Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI secara khusus memohon kerjasama dengan Ditjen Bimas Hindu untuk mengupayakan permintaan bapak presiden mewujudkan Bali Hijau atau Bali Reborn. 

.