BERITA

Acara zoom doa bersama Purnama

Wujudkan 5M Plus Ditjen Bimas Hindu gelar Pray from Home

Jakarta, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI menggelar doa bersama Pray From Home secara daring atau online melalui aplikasi Zoom Meeting dari rumah masing-masing Sabtu malam (247).  Pray From Home bertepatan dengan Hari Suci Purnama Sasih Karo diikuti oleh Seribu umat melalui aplikasi Zoom Meeting dan disaksikan ribuan umat lainnya melalui live streaming Youtube Bimas Hindu RI. Pray From Home diawali dengan dilantunkannya Kidung Yadnya Hindu dari tiga daerah yaitu Kidung Bali, Kidung Jawa dan Kidung Kaharingan yang secara langsung dibawakan oleh perwakilan umat Hindu Bali, Jawa dan Kaharingan Kalimantan. Seribu umat yang hadir melalui Zoom Meeting kemudian melantunkan puja Tri Sandhya dan Panca Sembah yang dipimpin oleh Jero Mangku Sumadia. Selain dihadiri oleh umat, doa bersama Pray From Home Hari Suci Purnama Sasih Karo ini juga diikuti oleh Gubernur Bali, Staf Khusus Presiden RI, Deputi 5 Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Ketua Umum PHDI Pusat serta Ketua Organisasi Kemasyarakat Hindu. 

Menindaklanjuti arahan Presiden,  Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 20 Tahun 2021 tentang Penerapan Protokol Kesehatan 5M Dan Pembatasan Kegiatan PeribadatanKeagamaan Di Tempat Ibadah Pada Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Dan 4 Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali Serta Pada Masa Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro. Menurut Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama RI, Tri Handoko Seto, Pray From Home merupakan wujud penerapan protokol kesehatan 5M Plus.  5M mencakup memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, membatasi mobilitas dan interaksi dan menjauhi kerumunan. Marilah kita benar benar mematuhi 5M itu karena virus itu tidak kelihatan dan telah bermutasi menjadi lebih berbahaya dan sangat cepat mudah menularnya kemudian plus satunya yaitu doa. Marilah kita terus menerus berdoa agar menguatkan niat kita bukan hanya sekedar di mulut, di pikiran di hati tetapi juga seluruh tindakan kita ajak Tri Handoko Seto. 

Dengan Doa bersama ini juga diharapkan seluruh atmosfer Nusantara dipenuhi oleh doa yang akan memberikan kekuatan secara Niskala guna melengkapi seluruh upaya secara sekala yang telah dilakukan oleh pemerintah. Kita tentu tahu presiden Beserta jajaran telah berdarah darah berpeluh membanting tulang untuk menyelesaikan persoalan ini, oleh karena itu seluruh upaya sekala harus kita bantu dengan menciptakan atmosfer Nusantara dengan penuh aura doa agar kekuatan niskala bisa melengkapi seluruh upaya sekala pemerintah juga dengan doa setiap umat Hindu dan seluruh umat beragama di Indonesia maka kita harapkan akan menjadi sebuah kekuatan, Karena kekuatan doa ini akan menjadi resonansi semakin kuat dan semakin dahsyat sehingga kekuatan Tuhan ini akan terus bergaung memenuhi setiap ruang ruang kehidupan kita Kata Tri Handoko Seto. 

Sementara itu, Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia Pusat dalam sambutannya menenkankan untuk menghadapi keadaan darurat Pandemi Covid 19 ini umat Hindu diharapkan bisa menerapkan teknik surpival yang biasanya diajarkan pada prajurit atau tentara. Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya merinci Surpival dengan kata Sadari, Usaha, Rasional, Pertahankan, Inovasi, Verifikasi, Adaptasi dan Langkah Maju. Jadi intinya kami berharap PHDI, seluruh tokoh umat menjadi teladan agar umat tetap bersemangat bertahan hidup dan memberikan contoh bagi umat-umat yang lain dalam penerapan protokol kesehatan. Tegas  Mayor Jenderal TNI (Purn.) Wisnu Bawa Tenaya,

Perpaduan antara protocol kesehatan 5M Plus satu doa diharapkan akan memberikan kontribusi positif yang signifikan bagi upaya bersama untuk segera menanggulangi Pandemi Corona. oleh karena itu Ditjen Bimas Hindu akan secara konsisten melaksanakan doa bersama setiap Hari Suci Purnama Tilem. Selain membantu secara niskala, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu juga melakukan upaya-upaya Sekala yaitu dengan menugaskan 1500 Penyuluh agama Hindu baik PNS maupun non PNS untuk menjadi duta kampanya protocol kesehatan dan vaksinasi. 

.