Artikel Hindu - Menjadi manusia merupakan sebuah anugerah yang patut disyukuri. Di tengah kehidupan yang terus berjalan, manusia sering kali disibukkan oleh berbagai aktivitas dan kepentingan sehingga lupa merenungkan makna dari kehidupan yang sedang dijalani. Padahal, kelahiran sebagai manusia memiliki keutamaan karena manusia diberikan kemampuan untuk berpikir, berbicara, dan bertindak.
Pertanyaan tentang untuk apa manusia dilahirkan menjadi penting untuk direnungkan. Kehidupan bukan hanya tentang menjalani hari demi hari, tetapi juga tentang bagaimana manusia menggunakan kesempatan yang telah diberikan untuk melakukan kebaikan. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat, I Made Sujati, S.Ag., dalam renungan singkat pada program Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat “LIME de MORI (Lima Menit Memohon Rahmat Ilahi)”, Senin (10/08/2026). Renungan tersebut mengangkat tema “Keutamaan Lahir sebagai Manusia”. Dalam renungannya, I Made Sujati mengajak pemirsa untuk bersama-sama merenungkan makna tujuan hidup dan keutamaan dilahirkan sebagai manusia.
Manusia Memiliki Keutamaan Keutamaan kelahiran sebagai manusia dijelaskan dalam Kitab Sarasamuscaya karya Bhagawan Wararuci, Syair ke-4:
“Apan iking dadi wwang, uttama juga ya, nimittaning mangkana, wenang ya tumulunge awaknya sangkeng sangsara makasadhanang subhakarma, hinganing kottamaning dadi wwang ika.”
Ajaran tersebut memiliki makna bahwa menjadi manusia merupakan sesuatu yang sungguh utama karena manusia memiliki kemampuan untuk menolong dirinya dari keadaan sengsara, yaitu kelahiran dan kematian yang berulang-ulang, melalui jalan berbuat baik. Kelahiran sebagai manusia dengan demikian bukan sekadar sebuah keadaan, tetapi merupakan kesempatan untuk melakukan subhakarma, yaitu perbuatan baik.
Kesempatan tersebut patut disyukuri karena manusia diberikan kemampuan yang dapat digunakan untuk menentukan bagaimana kehidupannya dijalani. Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir, mempertimbangkan, kemudian menentukan tindakan yang akan dilakukan.
Karena itu, menjadi manusia seharusnya mendorong seseorang untuk terus berusaha melakukan kebaikan. Setiap tindakan yang dilakukan menjadi bagian dari perjalanan kehidupan yang harus dipertanggungjawabkan.
Bersyukur atas Anugerah Tri Pramana Menurut I Made Sujati, manusia patut bersyukur karena dilahirkan dengan anugerah Tri Pramana, yaitu Sabda, Bayu, dan Idep.
Sabda: Merupakan kemampuan untuk mengucapkan sesuatu. Sabda hendaknya digunakan untuk menyampaikan ucapan yang mengandung kebenaran. Perkataan yang keluar dari manusia seharusnya tidak hanya sekadar terdengar, tetapi juga memiliki nilai dan kebenaran.
Bayu: Merupakan daya atau kekuatan untuk melakukan perbuatan. Bayu hendaknya digunakan sebagai kekuatan untuk melakukan kebajikan. Kekuatan yang dimiliki manusia dapat digunakan untuk melakukan berbagai tindakan yang memberikan manfaat.
Idep: Merupakan pikiran yang digunakan untuk menimbang, mencerna, dan menganalisis setiap tindakan maupun ucapan. Idep menjadi kemampuan untuk mempertimbangkan setiap ucapan dan tindakan. Melalui pikiran, manusia dapat melihat kembali apakah sesuatu yang akan dilakukan mengandung kebenaran atau tidak.
Ketiga anugerah tersebut memberikan kemampuan kepada manusia untuk menjalani kehidupan dengan pertimbangan. Di sinilah manusia memiliki tanggung jawab terhadap anugerah yang diterimanya.
Pentingnya Mempertimbangkan Setiap Tindakan Kemampuan berpikir memberikan manusia kesempatan untuk mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan. Sebelum melakukan sesuatu, manusia dapat bertanya kepada dirinya sendiri apakah tindakan tersebut benar atau salah, baik atau buruk, serta apa dampak yang mungkin ditimbulkannya.
Pertimbangan tersebut menjadi penting karena setiap tindakan memiliki akibat. Sebuah perkataan yang tidak dipikirkan dapat menimbulkan persoalan. Sebuah tindakan yang dilakukan tanpa pertimbangan dapat memberikan dampak kepada diri sendiri maupun orang lain.
Karena itu, kemampuan berpikir tidak seharusnya hanya digunakan untuk memenuhi keinginan, tetapi juga untuk menimbang setiap tindakan yang akan dilakukan. I Made Sujati mengingatkan bahwa apabila manusia tidak menggunakan kemampuan berpikir tersebut, maka keutamaan yang dimiliki sebagai manusia tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Manusia telah diberikan Idep untuk berpikir dan mempertimbangkan. Oleh karena itu, kemampuan tersebut hendaknya digunakan dalam menentukan setiap ucapan dan tindakan.
Wiweka sebagai Pedoman Kehidupan Dalam menjalani kehidupan, manusia perlu menggunakan wiweka, yaitu kemampuan untuk melakukan pertimbangan terhadap baik dan buruk serta benar dan salah.
Wiweka membantu manusia agar tidak bertindak secara sembarangan. Sebelum mengambil keputusan, manusia diajak untuk berpikir dan mempertimbangkan terlebih dahulu. Kehidupan akan lebih baik apabila setiap tindakan dilakukan dengan kesadaran.
Ketika akan berbicara, manusia dapat mempertimbangkan apakah yang disampaikan mengandung kebenaran. Ketika akan melakukan sesuatu, manusia dapat mempertimbangkan apakah tindakan tersebut merupakan sebuah kebaikan. Ketika menghadapi sebuah persoalan, manusia dapat menggunakan pikiran untuk mencari jalan yang tepat.
Dengan demikian, wiweka menjadi bagian penting dalam menggunakan keutamaan sebagai manusia. Manusia yang mampu menggunakan wiweka akan lebih mampu mengendalikan ucapan dan tindakannya. Tidak terburu-buru dalam bertindak dan tidak mudah mengambil keputusan tanpa pertimbangan.
Menjadi Manusia yang Bijaksana dan Utama Keutamaan menjadi manusia tidak cukup hanya dengan menyadari bahwa manusia memiliki Sabda, Bayu, dan Idep. Anugerah tersebut harus digunakan dalam kehidupan:
Sabda digunakan untuk kebenaran.
Bayu digunakan untuk kebajikan.
Idep digunakan untuk berpikir dan mempertimbangkan.
Ketiganya dapat menjadi dasar bagi manusia untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ketika manusia mampu mengendalikan ucapan, menggunakan kekuatan untuk berbuat baik, dan mempertimbangkan setiap tindakan dengan pikiran yang benar, maka kehidupan akan diarahkan pada keutamaan.
Kebijaksanaan tidak hanya terlihat dari kemampuan seseorang untuk mengetahui sesuatu, tetapi juga dari kemampuannya dalam mempertimbangkan apa yang seharusnya dilakukan. Menjadi manusia yang bijaksana berarti mampu menggunakan pikiran sebelum bertindak. Menjadi manusia yang utama berarti menggunakan kesempatan hidup untuk melakukan kebaikan.
Menggunakan Kesempatan Lifup untuk Berbuat Baik Kelahiran sebagai manusia merupakan kesempatan yang tidak seharusnya disia-siakan. Setiap hari memberikan kesempatan untuk melakukan kebaikan. Setiap perkataan memberikan kesempatan untuk menyampaikan kebenaran. Setiap tindakan memberikan kesempatan untuk memberikan manfaat.
Dengan memahami keutamaan tersebut, manusia diajak untuk tidak hanya menjalani kehidupan, tetapi juga merenungkan bagaimana kehidupan tersebut digunakan:
Apakah kemampuan berbicara telah digunakan untuk menyampaikan kebenaran?
Apakah kekuatan yang dimiliki telah digunakan untuk melakukan kebajikan?
Apakah pikiran telah digunakan untuk mempertimbangkan setiap tindakan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bahan renungan bagi setiap manusia untuk melihat kembali kehidupannya. Keutamaan menjadi manusia dapat diwujudkan ketika manusia mampu menggunakan anugerah yang dimilikinya dengan benar.
Menjalani Kehidupan dalam Keutamaan Renungan tentang keutamaan lahir sebagai manusia pada akhirnya mengajak setiap orang untuk bersyukur atas kehidupan yang telah diberikan. Manusia memiliki kemampuan yang memungkinkan dirinya untuk berpikir, mempertimbangkan, dan menentukan tindakan. Kemampuan tersebut merupakan anugerah yang harus digunakan dengan penuh kesadaran.
Sebagaimana pesan dalam Sarasamuscaya Syair 4, kelahiran sebagai manusia merupakan sesuatu yang utama karena manusia memiliki kemampuan untuk menolong dirinya melalui perbuatan baik. Oleh karena itu, kehidupan hendaknya diarahkan pada perbuatan yang baik dan benar:
Gunakan Sabda untuk menyampaikan kebenaran.
Gunakan Bayu untuk melakukan kebajikan.
Gunakan Idep untuk berpikir, menimbang, dan menganalisis setiap ucapan serta tindakan.
Gunakan wiweka untuk membedakan yang baik dan buruk, serta yang benar dan salah.
Dengan demikian, kesempatan menjadi manusia dapat dijalani dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Keutamaan menjadi manusia bukan hanya karena memiliki kemampuan untuk hidup, tetapi karena memiliki kesempatan untuk melakukan kebaikan. Mari menggunakan anugerah kehidupan dengan sebaik-baiknya agar setiap langkah yang dijalani menjadi bagian dari subhakarma.
Semoga kita mampu hidup dalam keutamaan, menjadi manusia yang bijaksana, dan senantiasa menggunakan pikiran, perkataan, serta tindakan untuk kebaikan.
Loka Samasta Sukhino Bhavantu.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia. Om Santi Santi Santi Om.
Kontributor : I Made Sujati, S.Ag.