Belajar di Luar Kelas, Siswa TK Kenali Nilai Toleransi dan Kebersamaan

Belajar di Luar Kelas, Siswa TK Kenali Nilai Toleransi dan Kebersamaan

PEKANBARU (Bimas Hindu) - Upaya menanamkan nilai toleransi dan moderasi beragama sejak usia dini terus dilakukan melalui berbagai metode pembelajaran yang kreatif dan edukatif. Salah satunya terlihat dalam kegiatan outing class ratusan siswa TK Santa Maria Pekanbaru ke Pura Agung Jagatnatha yang berlangsung selama empat hari sejak 18 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Pura Agung Jagatnatha, Pekanbaru, itu diikuti sebanyak 310 siswa dari dua cabang TK Santa Maria, yakni TK Santa Maria Sulaiman dengan 240 siswa dan TK Santa Maria Pasir Putih sebanyak 70 siswa. Selain menjadi sarana belajar di luar kelas, kunjungan tersebut juga bertujuan mengenalkan keberagaman budaya dan rumah ibadah kepada anak-anak sejak dini.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa diajak mengenal lingkungan pura, sarana persembahyangan umat Hindu, hingga nilai-nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap perbedaan. Suasana pembelajaran dikemas secara interaktif dan menyenangkan sehingga anak-anak terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Pembimas Hindu yang diwakili Poniman dan Made Wardati menyambut langsung kedatangan rombongan siswa. Dalam kesempatan itu, para siswa diberikan penjelasan sederhana mengenai fungsi pura dan pentingnya hidup rukun di tengah masyarakat yang majemuk.

“Pengenalan rumah ibadah dan nilai-nilai keberagaman kepada anak-anak sejak dini menjadi bagian penting dalam menanamkan sikap toleran, saling menghormati, serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Poniman.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak hanya dilakukan melalui teori di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang mampu membangun pemahaman anak terhadap keberagaman di lingkungan sekitar.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog ringan, sesi tanya jawab, hingga interaksi langsung yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Pendekatan humanis itu membuat anak-anak lebih mudah memahami pesan tentang pentingnya toleransi dan persaudaraan.

Kepala Sekolah TK Santa Maria, Agnes Hari Cahyani Mardi, mengatakan kegiatan pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman berharga bagi perkembangan karakter peserta didik.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Mereka tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga belajar bersosialisasi, mengenal keberagaman, dan menghargai perbedaan,” ungkap Agnes.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk generasi muda yang inklusif, terbuka, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat di tengah keberagaman Indonesia.

Sementara itu, Pinandita Pura Agung Jagatnatha, Ketut Sujarwo, menyampaikan apresiasi atas kunjungan edukasi yang dilakukan TK Santa Maria ke rumah ibadah umat Hindu tersebut.

“Semoga dengan kunjungan ini, siswa sekolah telah diajarkan sejak dini mengenal tempat-tempat ibadah umat beragama dan menumbuhkan sikap saling menghormati antar pemeluk agama,” ujar Ketut Sujarwo.

Melalui kegiatan outing class tersebut, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar baru, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga kerukunan dan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan karakter generasi muda yang menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan bangsa.

 

#Bimas Hindu #Pembimas Hindu Riau


Berita Daerah LAINNYA