Dharma Wacana di Lapas Banyuwangi Bangkitkan Optimisme Warga Binaan Menata Masa Depan

Dharma Wacana di Lapas Banyuwangi Bangkitkan Optimisme Warga Binaan Menata Masa Depan

Banyuwangi (Bimas Hindu) – Pembinaan keagamaan menjadi salah satu ikhtiar penting dalam membangun kesadaran, karakter, dan harapan baru bagi warga binaan pemasyarakatan. Melalui sentuhan nilai-nilai spiritual, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi terus menghadirkan layanan keagamaan yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan yang sedang menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembinaan rohani yang dilaksanakan Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi, Jumat (10/7/2026). Kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Hindu, Andik Purnomo, sebagai ungkapan bhakti sekaligus memohon kekuatan lahir dan batin kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Suasana penuh kekhusyukan mengawali seluruh rangkaian kegiatan. Setelah persembahyangan, warga binaan mengikuti Dharma Wacana bertema "Menemukan Cahaya Dharma di Tengah Ujian Kehidupan" yang dikemas secara komunikatif dan interaktif. Pendekatan yang hangat membuat peserta aktif berdialog serta lebih mudah memahami pesan-pesan spiritual yang disampaikan.

Dalam penyampaiannya, Andik Purnomo mengajak warga binaan untuk tidak terjebak pada masa lalu, melainkan menjadikan setiap ujian sebagai kesempatan memperbaiki diri. Menurutnya, ajaran Hindu mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk bangkit selama tetap berpegang pada Dharma.

"Tidak ada kata terlambat untuk berubah. Kesalahan di masa lalu bukan akhir dari perjalanan hidup. Selama masih memiliki niat untuk memperbaiki diri dan berjalan di atas Dharma, selalu ada harapan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Andik.

Sebagai landasan pembinaan, ia mengutip Sloka Bhagavad Gita II.14 yang mengajarkan bahwa suka dan duka merupakan bagian dari kehidupan yang bersifat sementara. Karena itu, setiap orang diajak membangun keteguhan hati, kesabaran, dan keyakinan dalam menghadapi setiap proses kehidupan.

Ia juga menjelaskan bahwa masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan dapat menjadi momentum untuk membangun karakter yang lebih baik. Melalui pemahaman Catur Purusa Artha, warga binaan diajak menempatkan Dharma sebagai dasar dalam setiap keputusan sehingga mampu menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab setelah kembali ke masyarakat.

Selain itu, peserta diingatkan pentingnya membangun tiga nilai utama selama menjalani masa pembinaan, yakni kejujuran, kedisiplinan, dan pengendalian diri. Ketiga nilai tersebut diyakini menjadi bekal penting dalam membentuk pribadi yang lebih matang, bertanggung jawab, dan mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

"Perubahan sejati selalu dimulai dari diri sendiri. Ketika seseorang mampu mengendalikan pikiran, ucapan, dan perbuatannya sesuai ajaran Dharma, maka ia sedang membangun masa depan yang lebih baik bagi dirinya maupun keluarganya," tambahnya.

Penguatan materi juga diperkaya melalui Bhagavad Gita VI.5 yang menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya menjadi sahabat sekaligus penentu bagi dirinya sendiri. Pesan tersebut mendorong warga binaan untuk terus menumbuhkan optimisme dan semangat memperbaiki diri selama menjalani proses pembinaan.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Warga binaan mengikuti setiap sesi dengan tertib, aktif berdiskusi, serta menunjukkan semangat untuk terus belajar dan memperdalam ajaran Hindu sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih bermakna.

Pembinaan rohani di Lembaga Pemasyarakatan menjadi bagian dari komitmen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi dalam menghadirkan layanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan setiap warga binaan mampu menemukan kembali harapan, memperkuat nilai-nilai Dharma, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.


Berita Daerah LAINNYA