Hadir di Tengah Umat, Penyuluh Agama Hindu Sleman dan Bimas DIY Bagikan Sembako di Sumberwatu

Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan sambang umat dan penyaluran bantuan sembako di Pura Dharma Shanti

Sleman (BIMAS HINDU) – Dalam rangka memperingati Hari Manis Galungan, Pembimas Hindu Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Kemenag DIY) bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Hindu Kabupaten Sleman melaksanakan kegiatan sambang umat dan penyaluran bantuan sembako di Pura Dharma Shanti, Sumberwatu, Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman, pada Kamis (18/06/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan ini diisi dengan penyerahan bantuan sembako kepada umat setempat. Langkah ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat hubungan kekeluargaan antara pemerintah dan umat Hindu di tingkat akar rumput. Rangkaian kunjungan ini kemudian ditutup dengan tradisi Kembul Bujono, yakni makan bersama yang semakin menambah kentalnya suasana persaudaraan.

Dalam sambutannya, Pembimas Hindu DIY, Didik Widya Putra, menyampaikan bahwa momentum Hari Manis Galungan (sehari setelah Galungan) memiliki makna penting sebagai sarana memperkuat tali persaudaraan dan membagikan kebahagiaan.

“Dalam konteks Hari Manis Galungan, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, berbagi kebahagiaan, serta bersama-sama bersukacita merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma sebagaimana makna yang kita rayakan pada Hari Suci Galungan. Semangat kemenangan kebaikan hendaknya terus kita hadirkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Didik.

Sementara itu, Penyuluh Agama Hindu Kabupaten Sleman, Puji Yanti, menambahkan bahwa inisiatif sambang umat ini merupakan bukti nyata dedikasi para penyuluh terhadap umat Hindu di wilayah Sleman. Kegiatan ini juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan pelayanan keagamaan yang lebih merangkul dan dekat dengan masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian kami para Penyuluh Agama Hindu Sleman untuk terus hadir di tengah umat, membangun kedekatan, berbagi kebahagiaan, serta memperkuat rasa kebersamaan dan semangat gotong royong dalam kehidupan beragama,” ungkap Puji.

Melalui kegiatan sambang umat dan kepedulian sosial ini, diharapkan semangat Hari Manis Galungan tidak sekadar menjadi perayaan seremonial. Lebih dari itu, momen ini diharap mampu menjadi pengingat yang kuat akan pentingnya menjaga persatuan, merawat kepedulian antarsesama, dan terus membumikan implementasi nilai-nilai Dharma dalam kehidupan bermasyarakat.


Berita Daerah LAINNYA