Harmonisasi Hidup Lewat Dharma: Pesan Penyuluh Hindu bagi Siswa SMA Pariwisata Saraswati

50 siswa SMA Pariwisata Saraswati Klungkung mengikuti program Pasraman Kilat

Klungkung (BIMAS HINDU) – Membekali generasi muda dengan ilmu pengetahuan saja tidaklah cukup. Sadar akan pentingnya nilai karakter sebagai kompas hidup, 50 siswa SMA Pariwisata Saraswati Klungkung mengikuti program Pasraman Kilat, Senin (6/7/2026). Dalam forum tersebut, mereka diajak mendalami ajaran Catur Purusartha sebagai pedoman membangun masa depan yang harmonis dan bertanggung jawab.

Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Klungkung, I Nyoman Tirtayasa. Ia menjelaskan bahwa Catur Purusartha yakni Dharma, Artha, Kama, dan Moksa bukan sekadar konsep teoretis, melainkan satu kesatuan tujuan hidup yang harus dijalankan secara seimbang dengan Dharma sebagai landasan utama.

"Jadikan Dharma sebagai kompas kehidupan. Dengan Dharma kita memperoleh Artha yang benar, menikmati Kama secara bijaksana, dan pada akhirnya mencapai Moksa sebagai tujuan tertinggi kehidupan," tegas Tirtayasa di hadapan para siswa.

Dalam sesi diskusi, Tirtayasa mengulas bagaimana setiap poin Catur Purusartha diaplikasikan dalam keseharian. Dharma diwujudkan melalui kejujuran dan disiplin, Artha dicapai melalui kerja keras profesional yang jauh dari praktik korupsi, sementara Kama dipenuhi dengan pengendalian diri agar tidak jatuh ke dalam nafsu yang merusak. Sebagai tujuan akhir, Moksa dipupuk melalui bakti dan pelayanan tulus kepada sesama serta Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Kepala SMA Pariwisata Saraswati Klungkung, I Gusti Made Suberata, menyambut positif inisiatif pembinaan ini. Menurutnya, Pasraman Kilat merupakan langkah strategis untuk membentengi mental siswa di tengah arus pergaulan modern.

"Kegiatan ini sangat efektif untuk mengisi diri peserta didik dengan nilai-nilai bermanfaat. Kami berharap pembinaan ini berkelanjutan agar siswa mampu mengamalkan ajaran Dharma dalam keseharian, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan bertanggung jawab," ujar Suberata.

Kegiatan ini selaras dengan semangat Asta Protas Kemenag RI, yakni mewujudkan pendidikan yang unggul, ramah, dan terintegrasi. Dengan menyelaraskan pengetahuan, sikap, dan perilaku, diharapkan para siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki keteguhan moral sebagai generasi penerus yang berlandaskan pada ajaran luhur Dharma.


Berita Daerah LAINNYA