Tulang Bawang (Bimas Hindu) – Perempuan bukan sekadar pelengkap dalam rumah tangga, melainkan tiang utama atau Gahrani yang menjadi penentu kualitas generasi masa depan. Semangat inilah yang diusung oleh Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat dalam kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan di Pesantian Widya Puspita, Tiyuh Murnijaya, Kecamatan Tumijajar, Jumat (10/7/2026).
Dalam pembinaan yang mengangkat tema "Dharma Wanita dalam Ajaran Hindu", para peserta diajak mendalami peran strategis perempuan sebagai Shakti—sosok pembawa energi positif yang mampu menciptakan keharmonisan keluarga hingga kemajuan masyarakat.
Penyuluh Agama Hindu Tulang Bawang, Wulan menekankan bahwa Dharma Wanita adalah bentuk swadharma atau kewajiban suci. Ia menyoroti tanggung jawab besar perempuan Hindu dalam mendidik anak-anak agar menjadi Suputra, yakni generasi yang cerdas secara intelektual dan kokoh secara karakter.
"Perempuan Hindu memiliki peran sentral dalam mencetak generasi emas. Melalui pemahaman Dharma Wanita yang tepat, kita berharap kaum ibu di Tiyuh Murnijaya mampu mengimplementasikan nilai-nilai Tat Twam Asi dan Tri Hita Karana mulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga," ujar Wulan dengan penuh semangat.
Kegiatan yang berlangsung di Pesantian Widya Puspita ini tidak berjalan satu arah. Sesi diskusi interaktif menjadi magnet bagi para peserta. Ibu-ibu di Tiyuh Murnijaya tampak antusias berbagi pandangan mengenai tantangan menjalankan ajaran agama di tengah gempuran arus informasi era modern.
Diskusi ini menjadi wadah bagi para peserta untuk mencari solusi praktis dalam memadukan kewajiban sehari-hari dengan penguatan praktik keagamaan. Hal ini sejalan dengan visi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk terus meningkatkan kualitas Sradha (keyakinan) dan Bhakti (pelayanan/bakti) umat Hindu di tingkat desa.
Melalui edukasi yang konsisten, diharapkan para perempuan Hindu di Tulang Bawang Barat dapat menjadi agen perubahan yang menyejukkan. Keharmonisan keluarga yang terbangun dari pemahaman agama yang kuat diyakini akan berkontribusi besar dalam memperkokoh toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Bumi Ragem Sai Mangi Wawai.
Kegiatan ini pun diakhiri dengan komitmen bersama untuk terus menjaga nilai-nilai luhur Hindu dalam keseharian, menjadikan setiap rumah tangga sebagai ruang suci yang menebar kedamaian bagi lingkungan sekitar.