BANYUWANGI (BimasHindu) – Semangat kebersamaan dan pengabdian tulus menyelimuti suasana Kampung Pancasila, Desa Patoman, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi. Ratusan anggota Pecalang dari berbagai daerah di Jawa Timur berkumpul pada Minggu (12/7/2026) untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Pecalang Kabupaten Banyuwangi, sebuah momentum yang menegaskan eksistensi mereka sebagai garda terdepan pengamanan umat Hindu yang humanis.
Perayaan ini menjadi ajang refleksi mendalam atas peran Pecalang. Desa Patoman dipilih sebagai lokasi perhelatan bukan tanpa alasan; desa ini tercatat sebagai tempat lahirnya sejarah panjang Pecalang di Bumi Blambangan.
Ketua PHDI Kabupaten Banyuwangi, Sardiyanto, dalam sambutannya menekankan bahwa usia 28 tahun adalah usia kematangan. Ia mengajak seluruh anggota untuk bertransformasi menjadi organisasi yang semakin inovatif dan berhati melayani.
"Pecalang harus mengamalkan budaya 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. Dengan sikap yang humanis, kehadiran Pecalang akan jauh lebih diterima dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Mari kita saling asah, saling asih, dan saling asuh agar mampu menjadi teladan bagi umat Hindu," ujar Sardiyanto.
Senada dengan hal tersebut, Penyelenggara Hindu Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Oksan Wibowo, menyoroti pentingnya pembuktian melalui aksi nyata. Ia menegaskan bahwa label Pecalang tidak boleh berhenti pada stigma sebagai petugas keamanan atau pengatur parkir semata.
"Anggapan bahwa Pecalang hanya pelengkap harus kita jawab melalui kerja nyata. Mari tunjukkan bahwa peran kita sangat vital dalam menjaga setiap denyut kegiatan keagamaan dan kehidupan sosial umat Hindu," tegas Oksan.
Ia juga memberikan motivasi terkait proses legalitas organisasi. Meskipun pengajuan tanda daftar ke tingkat pusat masih dalam proses, Oksan menegaskan bahwa hal tersebut bukanlah penghalang. "Justru ini saatnya membuktikan kualitas. Organisasi yang berkualitas akan dengan sendirinya menarik minat generasi muda untuk melanjutkan estafet pengabdian," tambahnya.
Ketua Pecalang Provinsi Jawa Timur menambahkan bahwa solidaritas adalah napas utama organisasi. Dengan jumlah anggota mencapai 1.700 orang di seluruh Jawa Timur, Pecalang telah membuktikan kiprahnya melalui berbagai aksi sosial, mulai dari bakti sosial hingga perbaikan infrastruktur publik.
"Anggota kami siap menjadi apa saja demi ngayah (melayani) kepada umat. Kami berkomitmen untuk terus menjaga keamanan, tetap rukun, dan yang terpenting: selalu menjaga netralitas tanpa berpihak pada kepentingan apa pun," ungkapnya.
Perayaan HUT ke-28 ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penguatan komitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme. Dengan dedikasi tinggi, Pecalang Banyuwangi dan Jawa Timur kini menatap masa depan sebagai organisasi yang semakin dewasa, dicintai umat, dan terus menebar nilai-nilai positif bagi kemaslahatan masyarakat luas.