Gunung Kidul (Bimas Hindu) - Perjalanan spiritual tidak hanya menjadi sarana meningkatkan sradha dan bhakti, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan umat Hindu lintas daerah. Semangat itu terlihat dalam kunjungan Tirta Yatra rombongan Sub Banjar Narogong (SBN) Bekasi, Banten, ke Pura Bakti Widhi, Ngawen, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (31/5/2026).
Sebanyak 90 umat Hindu yang dipimpin I Nyoman Abadi mengikuti rangkaian persembahyangan dan kegiatan simakrama bersama umat Hindu setempat. Kunjungan tersebut disambut Pembimas Hindu DIY Didik Widya Putra, Ketua PHDI Kabupaten Gunungkidul Purwanto, pengempon pura, serta masyarakat Hindu setempat.
Ketua PHDI Kabupaten Gunungkidul Purwanto menilai kegiatan Tirta Yatra memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarumat Hindu di berbagai daerah sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam bingkai Hindu Nusantara.
"Kami menyambut dengan penuh sukacita kedatangan saudara-saudara umat Hindu dari Sub Banjar Narogong Bekasi. Kunjungan seperti ini menjadi momentum untuk mempererat tali simakrama, memperkuat kebersamaan, dan membangun jejaring persaudaraan umat Hindu lintas daerah," kata Purwanto.
Menurut dia, interaksi yang terjalin melalui kegiatan Tirta Yatra menjadi modal penting dalam menjaga kerukunan serta memperkuat kehidupan keagamaan di tengah masyarakat yang majemuk. Selain sebagai tempat persembahyangan, pura-pura di Gunungkidul juga terbuka sebagai ruang pembelajaran dan penguatan spiritual bagi umat Hindu dari berbagai wilayah.
Pembimas Hindu DIY Didik Widya Putra mengatakan Tirta Yatra memiliki makna yang lebih luas dibanding sekadar perjalanan mengunjungi tempat-tempat suci. Kegiatan tersebut, menurutnya, menjadi sarana memperkokoh persatuan umat Hindu sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas Hindu di Indonesia.
"Tirta Yatra bukan hanya perjalanan suci dari pura ke pura, tetapi juga menjadi sarana pemersatu umat Hindu di Nusantara. Kehadiran umat Hindu dari berbagai daerah yang melakukan Tirta Yatra ke pura maupun situs-situs Hindu di Yogyakarta menunjukkan bahwa nilai-nilai dharma mampu mempererat persaudaraan dan memperkuat kebersamaan umat," ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan Tirta Yatra juga memiliki nilai edukatif yang penting, terutama bagi generasi muda. Melalui kunjungan ke tempat-tempat suci, generasi muda dapat mengenal lebih dekat sejarah, budaya, dan tradisi Hindu yang berkembang di berbagai daerah sebagai bagian dari kekayaan peradaban Nusantara.
Salah seorang peserta Tirta Yatra, I Kadek, mengaku memperoleh pengalaman spiritual yang berkesan selama mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, selain memperkuat keyakinan, Tirta Yatra juga membuka wawasan tentang keberagaman praktik keagamaan Hindu di Indonesia.
"Kami merasa sangat terkesan dengan sambutan yang diberikan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman spiritual, tetapi juga menambah pengetahuan dan motivasi bagi generasi muda untuk terus memperkuat sradha dan bhakti dalam kehidupan sehari-hari," katanya.
Kegiatan Tirta Yatra di Pura Bakti Widhi menjadi cerminan kuatnya semangat persaudaraan umat Hindu yang melampaui batas geografis. Di tengah keberagaman Nusantara, perjalanan spiritual tersebut menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan umat dalam satu semangat dharma, kebersamaan, dan pengabdian.
Tirta Yatra tidak hanya menghadirkan pengalaman spiritual bagi para peserta, tetapi juga memperkuat jejaring persaudaraan umat Hindu lintas daerah. Kehangatan yang terbangun di Gunungkidul menjadi gambaran nyata bahwa nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan dharma terus hidup serta menjadi perekat umat Hindu di berbagai penjuru Nusantara.
#Bimas Hindu #Pembimas Hindu DIY