Generasi Hindu yang Suputra Sadhu Gunawan

Wayan Hadi Wiryana, S.Ag (Rohaniwan Hindu)

Om Swastyastu. Sahabat Dharma yang berbahagia. Mimbar Hindu kali ini akan berbagi pesan dharma dengan tema “ Generasi Hindu yang Suputra Sadhu Gunawan”. Tema yang sederhana ini dikutip dari Kitab Niti Sastra sargah IV. 1 sebagai berikut:

Sanghyang Chandra Tranggana Pinaka Dipa Memadangi Rikalaning Wengi. Sanghyang Surya Sedeng Prabhasa Maka dipa Memadangi ri Bhumi Mandala. Widya-Sastra Sudharma Dipanikanangtribhuana Sumeno Prabhaswara. Yaning Putra Suputra Sadhu Gunawan Memadangi Kula Wadu Wandana”. (Niti Sastra IV.1)

(Bulan dan Bintang-bintang diangkasa itu sebagai Lampu Menyinari Malam. Matahari yang bersinar Terang gemilang itu merupakan Lampu disiang hari. Pengetahuan dan Kesusastraan, serta ajaran-ajaran Suci merupakan Lampu Ketiga Dunia ini. Putra yang Baik dan Bijaksana itu membericahaya pada keluarga dan handa taulan)

Sahabat Dharma yang berbahagia. Generasi Hindu itu tidak hanya baik hatinya akan tetapi menjadi generasi Hindu yang Sadhu (berpengetahuan yang bijaksana) dan Gunawan (cerdas dan unggul). Seperti yang telah dinyatakan dalam Sloka di atas bahwa penting membekali diri sejak dini dengan Ilmu pengetahuan, mempelajari Sussastra Hindu atau ajaran-ajaran suci. Sebab, dengan bekal pengetahuan itu, generasi Hindu tidak hanya ibarat bulan atau bintang yang menyinari malam, tidak hanya ibarat matahari yang menyinari bumi, begitu juga tidak hanya sebagai pelita dalam keluarga, akan tetapi menjadi lampu yang menyinari ketiga dunia ini. 

Pertama, Lampu alam Bhur. Artinya  menjadi Cahaya dalam kehidupan ini baik menjadi pelita keluarga, bangsa maupun negara. Kedua, Lampu di Alam Bhvah. Artinya, cahaya sang diri ini akan selalu bersinar seperti halnya sinar Suci Dewa yang kita kenal dengan alam Sorga. Ketiga, menjadi Lampu di Alam Svah. Artinya dapat menyatunya  Cahaya Sang Diri dengan Cahaya  yang maha suci atau Mokhsa.

Sahabat Dharma. Berbicara tentang Pengetahuan, belum lama ini kita telah merayakan hari suci Saraswati, sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan. Itu adalah hari yang ditunggu-tunggu umat Hindu, khususnya bagi generasi Hindu yang masih dalam proses Brahmacari. Namun, hari Suci Saraswati tidak hanya diperingati dan dirayakan begitu saja. Lebih penting lagi adalah bagaimana kita bener-benar dapat mengahadirkan sang dewi Sarawati atau pengetahuan itu dalam diri. Sebab, pengetahuan itu tidak serta merta turun begitu saja dihadapan kita, tanpa ada usaha untuk menggapainya.

Sahabat Dharma. Untuk menghadirkan Sang Dewi Saraswati atau pengetahuan, ada tiga hal yang penting kita pahami. Pertama, lihat atau pandanglah atau pahamilah pengetahuan itu yang telah disimbolkan dengan Dewi Saraswati. Artinya, pengetahuan itu indah menyejukkan, bercahaya, serta bermanfaat seperti hal nya wajah Dewi yang cantik. 

Kedua, segera gapailah atau ambilah pengetahuan dalam berbagai sumber yang disimbolkan dengan Keropak. Ketiga, dengan mempelajari pengetahuan dengan tiada batasnya. Hal ini disimbolkan dalam sebuah genitri. Dengan demikian generasi hindu akan menjadi generasi yang sadhu atau bijaksana karena dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk yang merupakan simbol dari angsa, serta menjadi generasi yang cerdas unggul atau gunawan atau disimbolkan dengan burung merak.

Pesan dharma ditutup dengan kutipan pesan bagi generasi Muda Hindu. “Wahai Generasi Hindu yang Suputra Sadhu Gunawan, selalulah kepakan sayap-sayap Dharmamu dalam mengarungi samudra kehidupan ini demi kemajuan Hindu dan kejayaan Bangsa ini.” Om santi santi santi om

 

Wayan Hadi Wiryana, S.Ag (Rohaniwan Hindu)


Dharma Wacana LAINNYA

Nutrisi Pikiran

Penyanjung Diri

Generasi Hindu yang Suputra Sadhu Gunawan

Menjadi Pribadi Tangguh dalam Menghadapi Permasalahan

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa 1437 H / 2016 M

Selamat Hari Tri Suci Waisak 2560 B.E / 2016

Selamat Hari Kartini 2016

Upacara Melasti di Kab. Pringsewu, Lampung