Toleransi Beragama

I Wayan Sujana, S.Fil (Rohaniwan Hindu)

Om Swastyastu. Pelita Dharma kali ini mengetengahkan topik tentang “Toleransi Beragama”. Ada tiga pertanyaan yang perlu dibahas saat berbicara tentang Toleransi Beragama, yaitu: Apakah yang dimaksud toleransi beragama? Apakah tujuan toleransi beragama? Dan bagaimanakah bentuk toleransi beragama?

Toleransi beragama adalah sikap saling menghormati dan menghargai antara penganut agama lain. Seperti apa yang disebutkan dalam kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular “Bhineka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” yang artinya: berbeda-beda tetapi satu, tidak ada kebenaran yang kedua. 

Kitab ini mengambarkan toleransi beragama yang sudah sejak zaman dulu terjalin, yaitu  pada masa pemerintahan kerajaan Majapahit. Indonesia terdiri dari banyak pulau dan beragam suku bangsa dan Agama. Walaupun demikian, kita adalah bangsa Indonesia yang bernaung di bawah negara kesatuan Repulblik Indonesia. Jangan karena suatu perbedaan, kita menjadi terpecah belah, kita adalah satu bangsa Indonesia. 

Dari suku manapun asal kita, dari keturunan apapun kita, dari agama apapun kita, kita adalah satu, bangsa Indonesia. Demikian pula di agama Hindu, kita banyak mengenal  sebutan atau nama Tuhan, apakah disebut Iswara, Brahma, Wisnu, Siwa, dan lainnya.  Sesungguhnya, itu hanya sebutan dari manifestasi Tuhan di dalam fungsi dan tugasnya. 

Dalam hal ini sering terjadi kekeliruan untuk memahami eksistensi Tuhan. Apapun keyakinan orang di dalam menyampaikan ekspresi jiwanya tentang Tuhan, Tuhan di dalam ajaran Hindu diyakini satu, tidak ada Tuhan yang kedua.

Dalam kitab suci Veda disebutkan Ekam Ewa Adwityam Brahman. Artinya, Tuhan atau Ida Sang Hyang Widhi Wasa hanya satu, tidak ada duanya. Hanya, orang bijaksana menyebutnya dengan banyak nama. 

Sila pertama Pancasila, Ketuhanan Yang Maha Esa, memberikan kebebasan kepada setiap invidu untuk meyakini kepercayaannya masing-masing, menjalankan ajaran agamanya, dan menjunjung tinggi keyakinan dari umat lain. Toleransi beragama merupakan sikap saling menghormati, saling menghargai setiap keyakinan orang, tidak memaksakan kehendak, serta tidak mencela ataupun menghina agama lain dengan alasan apapun. Orang yang toleran juga tidak menganggu aktifitas agama orang lain, tidak merusak tempat ibadah dan tidak menganggu keyakinan orang beragama.

Tujuan Toleransi Beragama
Tujuan toleransi beragama adalah meningkatkan iman dan ketakwaan masing-masing penganut agama dengan kenyataan ada agama lain. Dengan demikian, kita sebagai umat yang menganut ajaran agama, semakin menghayati dan memperdalam ajaran agama dan berusaha untuk mengamalkannya, mencegah terjadinya perpecahan  antara umat  beragama akibat perpedaan. 

Agama bukan alat untuk pemecah belah. Agama adalah alat untuk mempersatukan umat. Ketika terjadi perpecahan siapa yang rugi? Perpecahan dapat merugikan masing-masing invidu di dalam melakukan aktivitasnya. Dengan terciptanya toleransi beragama, kita dapat saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain dan menyatukan perbedaan. Jangan karena berbeda keyakinan dijadikan suatu permusuhan.

Bentuk Toleransi Beragama
Toleransi beragama bisa kita lihat dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, bergaul dengan semua orang tanpa membedakan kepercayaan masing-masing; menghargai dan memberikan kesempatan kepada teman yang berbeda agama tanpa ada diskriminasi. Jadi, toleransi beragama berarti bahwa setiap orang memliki persamaan hak dan harus diperlakukan sama dalam hidupnya demi kedamaian, kenyamanan, dan kesejahtraan bersama. 

Demikian, Om Santih, Santih, Santih Om.


Dharma Wacana LAINNYA

Toleransi Beragama

Cinta Kasih Menebarkan Kedamaian

Ajaran Hindu tentang Bijak Bermedia Sosial

Penguatan Keluarga Hindu

Rela Berkorban, Semangat Kepahlawanan, dan Ajaran Karma Yoga

Menjaga Kelestarian Alam dan Ajaran Tri Hita Karana

Moderasi Beragama dalam Ajaran Hindu

Moderasi Beragama dalam Kedamaian Tanpa Kekerasan