berita Terkini
  • Selasa, 21 Juni 2016, 10:38 Pembinaan dan Pemberdayaan Ekonomi Umat Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2016 Bertempat di Hotel Sangala Makale, Kabupaten Tana Toraja dilaksanakan Kegiatan Pembinaan dan Pemberdayaan ...
  • Selasa, 21 Juni 2016, 10:30 Ditjen Bimas Hindu Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR RI Tepat pada hari senin 20 Juni 2016, Dirjen Bimas Hindu I Ketut Widnya didampingi oleh Direktur Pendidikan Hindu IBG Gede Subawa menghadiri rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR RI yang diadakan di ruang rapat komisi VIII. Dalam rapat dengar pendapat ini, Ditjen Bimas Hindu memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran dalam penggunaan APBN-P Tahun 2017. Paparan dilakukan oleh Dirjen Bimas Hindu yang menyampaikan usulan tambahan anggaran di Tahun 2017 adalah anggaran untuk Utsawa Dharma Gita Nasi...
Link Banner
Renungan
  • Ingin Bahagia? Lakukan ini Semua mahluk hidup di dunia ini ingin hidup damai dan bahagia, itulah sebabnya, khususnya mahluk hidup yang bernama “Manusia” dari pagi sampai malam dan pagi lagi sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan memuaskan “indria-indria”nya. Setelah memuaskan satu indria,maka indria lainpun meminta untuk dipuaskan, setiap saat keinginan untuk memuaskan indria-indria ini muncul pada setiap orang. Orang yang dapat memenuhi keinginan indria-indria merasa senang dan bahagia sebaliknya orang yang tidak dapat memenuhi keinginan-keinginan merasa tidask bahagia. Padahal suka dan duka, kebahagian dan penderitaan itu datang silih berganti tanpa seseorang bisa menghentikannya. Dalam Bhagavadgita dijelaskan :Yat karosi yad asnasiYaj juhosi dadasi yatYat tapasyasi kaunteyaTat kurusva mad-arpanam Artinya : “Apapun yang engkau lakukan, apapun yang engkau makan, apapun yang engkau persembahkan atau berikan, pertapaan apapun yang engkau lakukan, lakukanlah semua itu sebagai persembahan kepada-Ku”.Semua orang pasti berbuat, semua orang pasti makan, semua orang pasti pernah memberi dan melakukan sedikit pantangan/pertapaan. Namun sangat disayangkan semua yang dilakukan itu tidak dipersembahkan kepada Tuhan, melainkan untuk memenuhi keinginan-keinginan indria-indrianya. Karena itu kita tidak bisa sepenuhnya bahagia hidup di dunia ini. Semua orang lahir tanpa membawa sesuatu dan semua orang meninggal tanpa membawa sesuatu. Dalam hidup ini kalau kita sibuk hanya untuk mengumpulkan angka O (Nol), maka hidup kita tidak ada artinya. Seperti angka NOL (O) tidak akan berarti tanpa angka 1 (satu). Begitu kita meletakkan angka 1 (satu) maka angka O (Nol) akan bermakna, Nolnya satu akan menjadi sepuluh, nol dua akan menjadi seratus dan seterusnya, semakin banyak NOL nya maka nilainya akan semakin banyak, begitu pula dalam hidup ini angka 1 (satu) adalah Tuhan, begitu kita meletakkan TUHAN sebagai yang utama dalam hidup kita, maka kita pun akan bahagia., inilah kunci kebahagiaan di dunia ini. Santhi.(WY)
  • Galeri Video
    FAQ
    Back to Top Halaman ini diproses dalam waktu : 1.894851 detik
    Diakses dari alamat : 10.1.7.240
    Jumlah pengunjung: 254361
    Lihat versi mobile
    Best Viewed with Mozilla Firefox 1280X768
    © Copyright 2013 Pusat Informasi dan Humas Kementerian Agama. All Rights Reserved.