Agama dan Kearifan Ekologi Jadi Sorotan Dirjen Bimas Hindu dalam Orasi Ilmiah di UNHI Denpasar

Agama dan Kearifan Ekologi Jadi Sorotan Dirjen Bimas Hindu dalam Orasi Ilmiah di UNHI Denpasar

DENPASAR (BIMAS HINDU) – Perguruan tinggi harus menjadi jawaban atas krisis peradaban. Seruan tegas ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Hindu Kemenag, Prof. I Nengah Duija, dalam perayaan puncak Dies Natalis ke-62 Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar. Acara yang digelar di Aula Taman Asoka ini dihadiri oleh jajaran Senat, Guru Besar, hingga Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, Sekretaris Dewan Pengarah BPIP, Jumat, 03/10/2025.

Prof. I Nengah Duija hadir untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan bertema "Agama dan Kearifan Ekologi: Menuju Kampus Berdampak", dengan judul spesifik “Rekonstruksi Konsep Tri Hita Karana dalam Kerangka Ekoteologi untuk Pengembangan Ilmu dan Peradaban.”

Dalam paparannya, Prof. I Nengah Duija menjelaskan akar masalah global: krisis ekologis dan moralitas.

“Peradaban global saat ini menghadapi krisis ekologis dan moralitas yang bersumber dari pandangan hidup mekanistik serta perilaku eksploitatif,” ujar Prof. Duija. Ia menambahkan bahwa pergeseran nilai menuju budaya modern yang berorientasi pada kesenangan telah mencabut manusia dari akar kebijaksanaan tradisi.

Untuk mengatasi ini, ia menawarkan kerangka Ekoteologi, yakni integrasi spiritualitas dan ekologi. Melalui kerangka ini, konsep fundamental Hindu, Tri Hita Karana (THK) harmoni dengan Tuhan (Parahyangan), sesama manusia (Pawongan), dan alam (Palemahan) harus direkonstruksi.

“Alam tidak lagi boleh dipandang sekadar objek eksploitasi, melainkan subjek yang harus dihormati,” tegasnya.

Rekonstruksi THK dalam ekoteologi ini diwujudkan melalui implementasi Sad Kertih (enam upaya pelestarian), yang mencakup penyucian diri hingga pelestarian hutan, air, dan laut. UNHI didorong untuk melahirkan teknologi beretika lingkungan serta memperkuat harmoni sosial melalui kurikulum dan riset berbasis THK dan Sad Kertih.

Rektor UNHI dalam sambutannya menyatakan rasa syukur atas perjalanan 62 tahun kampus yang berdiri sejak 1963. Dies Natalis kali ini mengusung tema "Vidya Jagatah Sevayah Sadhanam Paramam Smrtam" (Ilmu sebagai Sarana Tertinggi bagi Pengabdian kepada Dunia).

"Berdasarkan STATUTA UNHI 2025, kita meneguhkan visi: Menjadi Universitas Unggulan Berkelas Dunia Dan Pusat Pengkajian Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Berlandaskan Nilai Dharma," ujar Rektor, menegaskan pergeseran ambisi UNHI dari unggul di Indonesia menjadi unggulan internasional.

Untuk mencapai visi besar tersebut, UNHI menetapkan beberapa agenda strategis, termasuk:

- Mengoptimalkan teknologi digital dalam pembelajaran dan tata kelola.
- Memperluas kolaborasi dengan industri dan dunia internasional.
- Menghasilkan riset dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
- Meraih akreditasi unggul dan pengakuan internasional.

Sebagai simbol nyata komitmen ekologis, Dirjen Bimas Hindu Prof. I Nengah Duija didampingi jajaran kampus turut melaksanakan ritual penanaman pohon di mandala utama Pura kampus UNHI.


Berita Daerah LAINNYA