Semarang (Bimas Hindu) – Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Hindu Kota Semarang mulai mempersiapkan strategi pembelajaran menghadapi Tahun Ajaran 2026/2027 melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sekretariat Pura Agung Giri Natha, Kota Semarang, Kamis (2/7/2026). Pertemuan tersebut menjadi forum menyelaraskan kebijakan pendidikan terbaru sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Hindu di sekolah.
Rapat dihadiri Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Eko Pujianto, Ketua KKG Pendidikan Agama Hindu Kota Semarang Ni Made Cahyani, praktisi pendidikan Dr. Trimo dan Rustantiningsih, Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Semarang Widya Ayu Candra, serta guru Pendidikan Agama Hindu se-Kota Semarang.
Ketua KKG Pendidikan Agama Hindu Kota Semarang, Ni Made Cahyani, mengatakan para guru perlu segera menyesuaikan diri dengan perubahan regulasi pendidikan, terutama implementasi kebijakan terbaru mengenai Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Menurutnya, perubahan tersebut harus direspons melalui peningkatan kompetensi guru agar proses pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.
"Perubahan regulasi ini perlu kita sikapi melalui kajian yang komprehensif agar implementasi pembelajaran di kelas berjalan optimal. Guru tidak hanya dituntut adaptif terhadap aturan baru, tetapi juga harus mampu menjadi teladan, inovator, sekaligus penggerak utama dalam mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045," ujar Ni Made Cahyani.
Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, Eko Pujianto, menilai pendidikan Agama Hindu perlu terus berkembang dengan mengintegrasikan penguatan karakter, kompetensi, dan inovasi pembelajaran. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menitikberatkan aspek spiritual, tetapi juga harus membekali peserta didik dengan kemampuan menghadapi perubahan zaman.
"Pengembangan pendidikan Agama Hindu harus terus kita perkuat. Selama ini orientasinya cenderung dominan pada aspek spiritual, sehingga ke depan perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Saya menekankan pentingnya semangat, kemandirian, soliditas, dan inovasi dalam membangun ekosistem pendidikan kita," kata Eko.
Dalam sesi penguatan materi, praktisi pendidikan Dr. Trimo mengajak para guru memperbarui pendataan siswa Hindu di Kota Semarang sebagai dasar penyusunan program pembelajaran yang lebih tepat sasaran. Ia menekankan bahwa data yang akurat akan mendukung pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh peserta didik tanpa terkecuali.
Selain itu, Dr. Trimo memperkenalkan penguatan karakter melalui konsep SIDHI (cerdas), SIDHA (terampil berkomunikasi), SUDHA (jujur), dan SADHU (bijaksana), yang dipadukan dengan pengembangan literasi baca tulis, digital, sains, numerasi, finansial, serta budaya sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, praktisi pendidikan Rustantiningsih memaparkan implementasi paradigma pembelajaran terbaru melalui penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam (RPPM). Pendekatan tersebut mengintegrasikan strategi pedagogi, pemanfaatan teknologi digital, lingkungan belajar, dan kemitraan pembelajaran untuk mendukung pencapaian profil lulusan yang lebih utuh.
Kesepakatan yang dihasilkan dalam rakor tersebut akan menjadi pijakan bersama bagi para guru Pendidikan Agama Hindu di Kota Semarang dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran terbaru. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kualitas layanan pendidikan diharapkan semakin merata dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di era transformasi pendidikan.